Ketik disini

Giri Menang

Kecamatan Labuapi Pusing Urus Sampah

Bagikan

GIRI MENANGA�– Permasalahan sampah menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum terselesaikan oleh Pemerintah Lombok Barat. Ada banyak faktor yang menyebabkan sampah masih tercecer di sejumlah titik. Diantaranya, kurangnya personel dan armada pengangkut yang dimiliki dinas terkait.

Kehadiran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ilegal juga menyulitkan para petugas untuk melakukan pengangkutan secara maksimal. Sehingga, tumpukan sampah di TPS ilegal merusak pemandangan.

Salah satu TPS ilegal yang sudah lama beroperasi adalah TPS ilegal di Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi. Lokasinya pun di pinggir jalan. Sehingga sangat mengganggu pengguna jalan.

Meski sampahnya tidak menggunung, namun, sudah sampai memakan badan jalan. Sebagian sampah meluber. Bau tak sedap pun sangat mengganggu indera penciuman. Sehingga, beberapa pengguna jalan memilih menutup hidung mereka ketika melintasi TPS ilegal itu.

Sekretaris Kecamatan Labuapi L Dharmatika yang dikonfirmasi terkait hal ini mengaku sampah di lokasi itu sudah sering diangkut. Hanya saja warga tetap membuang sampah ke sana.

“Kadang itu bukan orang Labuapi yang membuang, kadang orang luar,a�? ujarnya, kemarin (3/5).

Sementara itu, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Labupati H Husni mengaku sering melaporkan masalah TPS ilegal itu kepada Dinas Lingkungan Hidup Lobar. Kendati sudah diterjunkan kendaraan untuk mengangkut sampah, namun tumpukan sampah itu serasa tidak pernah berkurang.

Guna mencegah agar lokasi kembali steril, pihaknya sudah meminta agar DLH melakukan pemasangan plang larangan membuang sampah di lokasi dan dipagar. Permintaan disampaikan melalui surat.

Sayangnya, sejauh ini DLH belum memberikan konfirmasi. Karena untuk memagar, harus ada koordinasi dengan pihak provinsi selaku pemilik lahan.

“Masyarakat masih sering buang sampah di sini. Sekarang diangkut, besok pagi numpuk lagi,a�? ungkapnya.

Jumlah TPS di Kecamatan Labuapi sebanyak 24 TPS. Sementara jumlah TPS ilegal diperkirakan cukup banyak. Pihak kecamatan mengaku kesulitan menertibkan TPS ilegal di daerah ini. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka