Ketik disini

Headline Metropolis

Ampenan Hidup Kembali, Revitalisasi Mulai Tahun Ini

Bagikan

MATARAMA�– Desain dari Dinas PUPR Kota Mataram terkait penataan kawasan eks Pelabuhan Ampenan ditolak. Ketua Tim Penataan Kota Tua Ampenan H Mohan Roliskana akhirnya memilih karya Eka Swadiansa, arsitek dalam negeri yang sudah malang melintang merancang berbagai macam bangunan di berbagai tempat. “Saya tahu dia dari kawan, katanya sudah malang melintang sampai luar negeri,a�? kata Mohan.

Benar saja, saat presentasi di hadapannya, termasuk sejumlah kepala dinas, Eka tampil memukau. Pertama-tama ia menjelaskan sejarah Lombok, selanjutnya bergerak ke Ampenan. Ia juga mengaitkannya dengan sejarah Islam.

Dari sana, pria yang juga membuka kantor di Boston dan Washington, Amerika Serikat, itu membuat perhitungan. Dia mengaitkan berbagai gaya arsitektur tersebut. Gaya bangunan berugak Sasak, termasuk gaya di Desa Sade diaplikasikannya.

Mataram yang berstatus kota religius dan merupakan bagian dari pulau seribu masjid juga tak ditinggalkan. Gaya songket juga diaplikasikan dalam detail desainnya. Tak hanya itu, Ampenan yang terpengaruh gaya Eropa juga diakomodir.

Hasilnya, sejumlah bangunan berdiri megah di area eks Pelabuhan Ampenan. Ada taman, area berjualan PKL dan pengusaha menengah atas, ruang terbuka, area bermain, tempat ibadah, bahkan hotel hingga parkiran representatif.

“Semua bangunan ini mengambil konsep-konsep yang tadi saya jelaskan itu,a�? presentasinya meyakinkan.

Dia yang telah melakukan sejumlah observasi memang berhasil membuat Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana terpukau. Para kadis semisal Kadis PUPR H Mahmuddin Tura, Kadis PKP HM Kemal Islam, Kadis Kominfo HL Junaidi, Asisten Pemerintahan L Martawang juga tampak angguk-angguk mendengar pemaparan tersebut. “Ini bisa dibangun bertahap sesuai kemampuan daerah, atau investor yang masuk,a�? ujarnya.

Mendengar pemaparan tersebut, Mohan meminta SKPD teknis segera bertindak. Menurutnya apa yang dipaparkan Eka sudah sangat baik dan tinggal dijalankan. a�?Sudah terlihat, ini mengakomodir sejarah Lombok, Islam, dan Eropa yang turut memengaruhi Ampenan,a�?ujarnya.

Dia bahkan optimis dalam beberapa tahun ke depan, rencana perombakan besar-besaran area Ampenan itu bakal menjadi ikon baru Mataram bahkan NTB. Rencana Pemprov melalui Dinas Pariwisata yang hendak melakukan intervensi di kawasan itu juga disambut baik. Bahkan ia mempersilakan pihak lain jika memang ada yang masih ingin membantu keroyokan menata Ampenan.

“Selain Pak Faozal (Kadis Pariwisata NTB), saya dengan Bu Selly (Kadis Perdagangan NTB) juga mau bantu, silakan saja,a�? imbuhnya.

Martawang yang juga mantan kepala Bappeda mengatakan, rencana tersebut bahkan sudah bisa mulai dijalankan tahun ini. Bertahap, ia meyakini semua bisa dikerjakan satu demi satu. “Mungkin mulai dari taman pojok yang dijelaskan ini,a�?katanya.

Mahmuddin Tura menambahkan, tak masalah desain yang dibuatnya tak jadi dipakai. Bahkan ia siap mendukung apa yang disepakati tersebut. Pada pos anggaran saat ini, pihaknya bahkan memiliki anggaran Rp 200 juta untuk penataan toilet dan area menara di pojok yang bisa segera dimulai pengerjaannya. Bahkan ia berjanji menambahkan lagi dalam APBDP selanjutnya. “Sangat baik desain itu, saya kira kita semua mendukung,a�? ucapnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka