Ketik disini

Metropolis

Pemkot Mataram Evaluasi Keberadaan Motor Pengangkut Sampah

Bagikan

MATARAMA�– Motor sampah roda tiga yang dibagikan ke-61 lingkungan sudah mulai beroperasi. Namun sampai saat ini hasilnya belum begitu terlihat nyata.

Beberapa titik sampah masih terlihat di banyak tempat. Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mulai berang. Ia menegaskan keinginannya untuk segera melakukan evaluasi pengoperasian motor roda tiga itu.

“Dalam waktu dekat ini saya mau evaluasi itu,a�? kata Mohan.

Sebelum akhirnya dilaunching kemarin, Mohan mengaku sudah mempertanyakan terkait mekanisme pengoperasian motor roda tiga itu. Mulai dari soal biaya operasional, gaji petugas yang ditunjuk mengoperasikan, dan jam berapa saja kendaraan itu beroperasi.

a�?Kemarin saya sudah diberikan laporan. Sistemnya juga katanya sudah siap dan akan segera dicoba,a�? imbuhnya.

Atas dasar itu, Mohan mengaku akhirnya merestui launching tahap awal motor roda tiga. Karena ia berharap, sistem yang ada mampu memastikan pengoperasian fasilitas ini bisa berjalan baik.

“Karena mereka bilang sudah siap, oke silakan dilaunching,a�? tuturnya.

Tetapi jika saat ini hasil dari fasilitas itu belum memuaskan, Mohan berharap agar pengawasan bisa ditingkatkan lagi. Ia kembali menegaskan keinginannya untuk melakukan evaluasi. Supaya fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.

“Jangan sampai ada persoalan,a�? tegasnya.

Lebih lanjut Mohan mengatakan adanya potensi untuk membuka peluang teknologi tepat guna kembali diterapkan. Sehingga persoalan sampah hingga ke akar-akarnya benar-benar tuntas.

Terkait Tungku Sampah bagian dari proyek Pengolahan Sampah Terpadu (Osamtu) yang mandeg, Mohan mengatakan pihaknya masih memberi kesempatan. “Tetap kita hargai dan beri peluang untuk melanjutkan penelitian,a�? kata Mohan.

Sikap ini diambil Pemkot sebagai wujud keterbukaan pada setiap inovasi yang ada. Ia mengatakan, pemikiran dan trobosan yang kongkrit sangat dibutuhkan saat ini. Termasuk juga kemarin ada insenerator mini yang diperkenalkan,a�? imbuhnya.

Pemkot dipastikan siap mendanai proyek untuk membangun lebih bayak insenerator mini tersebut. Sehingga penanganan sampah di hulu bisa terus ditekan.

“Pemkot siap memodali, agar insenerator itu bisa dibangun dalam kapasitas dan ukuran yang lebih besar,a�? tegasnya.

Pada kesempatan itu Mohan juga menyampaikan belum adanya kepastian dengan dua investor luar negeri yang pernah menawarkan membangun pembangkit listrik tenaga sampah a�?Belum, belum ada sampai saat ini,a�? ungkapnya.

Dua investor itu sempat menawarkan solusi menangani sampah di kota dengan cara menggiurkan. Namun Mohan saat itu bersikeras menolak membuat MoU sampai ada kejelasan akan keseriusan investor itu, menjalankannya proyeknya.

“Saya rasa kita banyak pengalaman menghadapi para investor ya, saya memang tegaskan tidak boleh ada MoU sampai mereka jelas mau menjalankan proyeknya dengan serius,a�? tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Mataram Miftahutrahman mengungkapkan keinginannya menerapkan insenerator mini atau yang disebut dengan GT14AW. Insenerator ini adalah hasil temuan dari Eko Muliadi.

“Kami terus berikan pendampingan agar alatnya makin sempurna,a�? kata Miftah.

Keunggulan dari alat ini mampu mengolah sampah basah dan kering. Sementara sisa pembakaran berbentuk abu dan bio oil. Keduanya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk dan bahan bakar.

“Tetapi kita menginginkan sampahnya tertangani dulu dengan baik dan oktannya bisa ditekan,a�? tegasnya.

Sebelumnya alat ini menjadi pemenang dalam kontes Teknologi Tepat Guna yang diadakan Pemprov NTB di Lombok Barat. Temuan ini seperti semangat baru bagi Pemerintah Kota Mataram di tengah upaya sulitnya mengatasi masalah sampah. (zad/r5)

A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka