Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Kena Tipu, 24 Buruh PT SMS Dipulangkan

Bagikan

DOMPUA�– Sebanyak 24 orang buruh tebang PT SMS dilaporkan terlantar di Kabupaten Dompu akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya, Rabu (3/5). Sedangkan tiga lainnya, kini masih menetap di Dompu karena terkendala biaya.

Anggota DPRD Dompu Jamaluddin mengatakan, pemulangan 24 buruh tebang PT SMS atas bantuan Depnaker Dompu. Bantuan tersebut berupa uang makan dan transportasi sampai ke kampung halamannya.

“Tiga orang lainnya, sementara sudah saya ajak tinggal di rumah, sembari menunggu bantuan transportasi dari Depnaker,” terang Jamaludin , kemarin (4/5).

Terlantarnya para pekerja tersebut, kata Jamaluddin, karena mereka ditipu oleh kontraktor atau pihak ketiga PT SMS bernama Hamsah. Karena saat direkrut, mereka dijanjikan dipekerjakan sebagai buruh tebang dengan upah Rp 5 juta per bulan.

Namun, setelah sampai di lokasi perusahaan, mereka hanya diberi upah Rp 3 juta per kelompok. Di dalam 1 kelompok terdapat 6 orang. Pemberian gaji itu hanya berlangsung pada bulan pertama kerja. Sedangkan bulan seterusnya tidak pernah mereka terima. “Mereka memilih pulang, karena dengan upah tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Jamal.

Menurutnya, kasus seperti ini sama halnya dengan perdagangan manusia, tak boleh dibiarkan begitu saja. Pihak kontraktor sebagai perekrut tenaga kerja harus bertanggung jawab. “Saya akan cari dia sampai dapat, dan menyeretnya ke lembaga hukum,” tegasnya.

Mereka sudah mencoba menghubungi Hamsah, selaku kontraktor. Katanya, saat ini dia sedang berada di pulau Jawa untuk merekrut tenaga baru. “Saya akan tunggu dia pulang ke Dompu,” terangnya.

Selain menelantarkan para tenaga kerja, pihak kontraktor juga tidak melaporkan keberadaan para karyawan tersebut ke Depnaker Dompu. Padahal para tenaga kerja tersebut sudah mendapatkan surat ijin kerja di NTB dari Depnaker tempat asalnya masing-masing.

“Dalam waktu dekat, saya akan menghadap ke PT SMS. Saya akan mencari tahu bagaimana mekanisme kerja para tenaga kerja di perusahaan tersebut,” janjinya.

Menurut dia, kasus seperti ini harus dituntaskan, supaya Kabupaten Dompu tidak dikambinghitamkan karena menelantarkan para pekerja. Tentu hal seperti akan mempengaruhi kemajuan daerah ke depan.

“Kalau kejadiannya seperti ini, tentu yang lain enggan datang cari kerja di Dompu. Saya berharap pemerintah juga tidak menutup mata,” pungkasnya. (jw/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka