Ketik disini

Headline Kriminal

Lanud Rembiga Tahan 10 Calon TKI Ilegal

Bagikan

MATARAMA�-A�Upaya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal berhasil digagalkan anggota TNI Angkatan Udara (AU) dari Pangkalan Udara (Lanud) Rembiga dan BP3TKI. Sebanyak 10 orang berhasil diamankan di terminal keberangkatan Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah (Loteng), kemarin (4/5).

Danlanud Rembiga Kolonel PnB Bambang Gunarto mengatakan, 10 calon TKI yang diamankan itu rencananya akan berangkat menuju Malaysia. Masing-masing dari mereka telah mengantongi tiket pesawat Lion Air dengan tujuan Batam.

a�?Tujuan akhirnya Batam. Setelah tiba di Batam rencananya akan dilanjutkan menuju Malaysia,a�? kata Bambang, kemarin.

Dalam penggagalan pemberangkatan TKI kemarin, sebenarnya ada 11 orang yang hendak berangkat. Namun petugas hanya berhasil menahan 10 orang saja, satu orang lainnya kabur.

Nantinya setelah tiba di Malaysia, 11 orang tersebut rencananya akan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun berkat kesigapan personel TNI AU upaya pengiriman calon TKI ilegal berhasil digagalkan sekitar pukul 05.30 Wita.

Setelah berhasil mengamankan mereka, BP3TKI sempat memeriksa dokumen keberangkatan. Hasilnya kesebelas orang tersebut tidak mengantongi dokumen ketenagakerjaan dari instansi terkait.

a�?Tidak ada dokumen ketenagakerjaan, makanya itu kenapa kami sebut ilegal,a�? bebernya.

Menurut Bambang, masalah TKI ilegal merupakan persoalan yang sangat serius. Mengingat NTB merupakan penyumbang tenaga kerja terbanyak ke luar negeri. Karena itu dibutuhkan penanganan dan sinergi antar instansi serta aparat penegak hukum lainnya.

Pemprov NTB, dinilai Bambang telah menjadikan persoalan TKI ilegal sebagai prioritasnya. Karena itu jajarannya mendukung penuh dan siap memberikan bantuan. Terutama dalam penjagaan bandara sebagai pintu keluar masuk.

a�?Bandara masuk dalam pengawasan intensif kami untuk membantu Pemprov NTB,a�? ujarnya.

Sementara itu, para calon TKI yang diamankan antara lain, Samsudin, 47 tahun, asal Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim); Rosmini, 30 tahun, asal Sambelia, Lotim; Helmi, 39 tahun, dari Labuhan Lombok, Lotim; Afriani, 37 tahun, asal Pringgabaya, Lotim; Hardianti, 38 tahun, Tanjung Luar, Lotim.

Selain itu, Hikmah, 31 tahun, Suralaga, Lotim; Indriani, 27 tahun, Dusun Ambengan, Lotim; Kamariah, 50 tahun, Jonggat, Lombok Tengah (Loteng); Minirin, 42 tahun, dari Jonggat, Loteng; dan Nia��ah, 37 tahun, dari Keruak, Lotim.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka