Ketik disini

Headline Sportivo

Para Pelari Super, Pecahkan Rekor Pendakian Rinjani

Bagikan

LOMBOK TIMUR-Perjuangan pelari menaklukkan Gunung Rinjani pada event “Rinjani 100” yang dimulai kemarin (6/5) sungguh berat. Tak hanya peluh, event ini harus ditempuh beberapa pelari dengan luka dan bagian tubuh yang berdarah-darah. Namun, semangat mereka benar-benar membara. Tak heran, kalau seluruh rekor Rinjani 100 yang tercipta tahun lalu dipecahkan.

Rekor yang pecah tersebut mulai dari kategori 27K Men yang sebelumnya dipegang Muslyadin dengan jarak tempuh 4 jam,41 menit, dipecahkan Akhmad Nizar dengan catatan waktu waktu 4 jam, 5 menit, 56 detik. Di kategori 27K Female yang sebelumnya dipegang Ananda Corayan dengan catatan waktu 7 jam,24 menit,33 detik, dipecahkan Sri Wahyuni dengan catatan waktu 5 jam 6 menit 10 detik.

Begitupun di kategori 36K Men yang dipegang pelari spanyol Carlos Paz dengan catatan waktu 7 jam, 44 menit, 58 detik, kemarin dipecahkan pelari Austria Men Alexander Stock dengan catatan waktu 6 jam, 31 menit, 33 detik. Di 36K Female juga demikian. Pelari asal Perancis yang mencatatkan waktu 8 jam, 55 menit, 37 detik memecahkan rekor tahun sebelumnya yang dipegang Vera Breuer dengan catatan waktu 10 jam,10 menit, 15 detik.

Kategori 60K Men dan Female  juga pecah. Sebelumnya dipegang pelari Perancis Vincent Chalias dengan 16 jam, 30 menit, 18 detik, dipecahkan Chatchai Ananpattarachai dari Thailand dengan catatan waktu 14 jam 53 menit 55 detik.

Kategori female sebelumnya dipegang Shindy Patricia dengan waktu 19 jam, 44 menit, 59detik, dipecahkan Eny Rosita dengan waktu 19 jam, 44 detik.

Pada tahun ini, Rinjani 100 dikemas berbeda. Di kategori 36K, 60K, dan 100 K dilepas di tempat berbeda sekitar pukul 23.30 Wita. Khusus 60K dan 100K dilepas dari Senaru, Kabupaten Lombok Utara dan dilepas langsung Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal. Para pelari menempuh jalur pendakian Senaru, kemudian hingga ke Danau Segara Anak, lalu menanjak ke puncak Rinjani lalu ke turun melalui jalur pendakian Sembalun. Khusus untuk rute 100K, para pelari harus mendaki tiga bukit di Sembalun kembali, sebelum akhirnya sampai di titik finish.

Sementara kategori, 36K dilepas melalui Hotel Nusantara Sembalun, Lombok Timur oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB H Muhammad Amin. Di tempat yang sama Wagub juga melepas peserta kategori 27 K sekitar pukul 05.00 Wita. Rute 36K, menyusuri jalur pendakian Sembalun hingga ke puncak Rinjani lalu turun lagi dan finish di tempat pelepasan. Sementara untuk 27K, berlari menyusuri jalur pendakian Sembalun hingga ke Pelawangan, lalu kembali melalui jalur yang sama dan finish di tempat pelepasan.

Dari pantauan koran ini melalui jalur Sembalun, para pelari sudah harus berhadapan dengan medan ganas semenjak memasuki gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sana, para pelari harus berjibaku dengan jalan penuh pasir dan berbatu. Beberapa pelari bahkan terjatuh dan mengalami cedera ringan.

Meski demikian, tak ada pelari yang menyerah. Mereka terus melanjutkan lomba. Para pelari terlihat sangat berhati-hati, terlebih mereka mulai berlari malam hari di tempat yang nyaris tiada penerangan memadai.

Sekitar pukul 04.27 Wita di Pos I jalur pendakian Sembalun, pelari yang mengikuti kategori 36K dari Austria Men Alexander Stock mencatatkan namanya menjadi yang tercepat di kategori itu. Dia mampu mempertahankannya hingga finish dengan catatan waktu 6 jam, 31 menit, 33 detik.

Satu jam kemudian, baru menyusul Bruno Serry dari Perancis dengan catatan waktu 7 jam, 44 menit, 45 detik. Sementara di urutan ketiga pelari Indonesia Christovik Simatupang dengan waktu 7 jam  55 menit 05 detik.

Sementara itu, pada kategori 36 K female diraih Melissa Grayel dari perancis dengan catatan waktu 8 Jam, 55 menit, 37 detik . Septiana Nia dari Indonesia menyusul di posisi kedua dengan waktu 9 Jam 38 menit, 04 detik. Di urutan ketiga Kirsty Aplin dari United Kingdom dengan waktu 9 jam, 42 menit 36 detik.

Pukul 09.10 Wita, kategori 27K mencapai finish. Pelari asal Indonesia Akhmad Nizar menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam, 5 menit, 56 detik. Diikuti Paulius dari Lithuania dengan waktu 4 jam, 36, menit 53 detik dan di urutan ketiga diikuti Andi Eka Karya 5 jam, 26 menit, 13 detik.

Di kategori 27K Female tiga pelari Indonesia berhasil menjadi yang terdepan. Peringkat pertama diraih  Sri Wahyuni dengan catatan waktu 5 jam, 6 menit, 10 detik. Disusul Lima Ali dengan catatan waktu 6 jam, 13 menit, 50 detik. Di urutan ketiga Margaretha Engrani dengan catatan waktu 7 jam, 22 menit, 21 detik.

Pada kategori 60K Men di raih Chatchai Ananpattarachai dari Thailand dengan catatan waktu 14, jam 53, menit, 55 detik. Disusul Renaldy Firdaus 15 jam, 10 menit, 40 detik. Dan diurutan ketiga diraih Aziz Dermawan dari Indonesia dengan waktu 16 jam, 36 menit, 50 detik. Kategori female hanya diraih pelari Indonesia Shindy Patricia.

Sementara itu, kategori paling bergengsi 100 kilometer belum ada yang mencapai garis finish hingga pukul 24.00 Wita tadi malam. Kemungkinan mereka  akan tiba dini hari (7/5).

Pelari tercepat kategori 36K Alexander Stock mengatakan, rute Rinjani ini sangat luar biasa. Dia harus menaklukkan tanjakan yang berat dengan banyak batu dan pasir. “Saya sempat mau jatuh ketika menanjak tadi,” kata Alexander.

Tak hanya itu, tanjakan-tanjakan curam membuat lututnya sakit ketika harus turun. Dirinya coba menahan diri. Namun, karena medan terlalu curam, akhirnya dia harus berlari sambil duduk. ”Wow, ini rute yang melelahkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, dia tidak bisa melihat view ketika mendaki karena masih dalam keadaan gelap. Dia baru bisa melihatnya ketika sudah sampai di bawah. ”Saya sempat merasakan sunrise. It’s beautifull,” ungkapnya sambil semringah. (arl/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka