Ketik disini

Feature Headline

Dapat Beasiswa Australia, PNS Ini Ingin Jadikan Ampenan seperti South Bank Brisbane

Bagikan

Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Mataram, Zulkarwin dan Dewi Andriani patut menjadi teladan. Bekerja mejadi abdi negara, tidak membuat mereka berhenti belajar. Berkat kemampuan akademik dan pengabdian mereka di tempat kerja, kini keduanya menempuh pendidikan di Univesity of Queensland. Gratis, berkat beasiswa Australia. Berikut bincang-bincang wartawan Lombok Post saat berkunjung ke kampus mereka, Selasa (9/5).

***
MEMASUKI halaman kampus pada Selasa siang yang dingin, mata kami tertuju pada dua orang yang wajahnya Asia. Mereka duduk di kursi, menonton latihan tenis. Siang yang terik itu, suhu negara bagian Queensland itu 19-200C. Suhu yang masih dingin untuk ukuran kulit orang Indonesia yang tinggal di daerah tropis.

Tebakan kami, para rombongan peserta International Media Visit (IMV) 2017 tepat. Mereka adalah mahasiswa Indonesia. Wajah Asia memang tidak asing di salah satu kampus terbaik di Australia itu. Selain mahasiswa Indonesia, banyak mahasiswa dari Thailand, Filipina, dan Malaysia. Banyak juga berseliweran mahasiswa berjilbab.

Kami mengambil duduk di salah satu pojok cafA� di pusat olahraga mahasiswa itu. Belakangan menyusul beberapa mahasiswa Indonesia lainnya. Mereka adalah para mahasiswa S1, S2, dan S3. Ada yang kuliah biaya sendiri, ada juga yang kuliah atas beasiswa. Dua orang mahasiswa yang sedari awal menemani kami adalah Zulkarwin dan Dewi Andriani. A�Mereka adalah pegawai di Pemerintah Kota Mataram.

Sebelum menginjakkan kaki menjadi mahasiswa pascasarjana Government and Public Policy, Zulkarwin adalah Lurah Cakra Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara. Dia menjadi lurah sejak tahun 2007. Dia melepas jabatan ketika kali pertama diterima lulus beasiswa Australia Awards. Hampir dua tahun dia menyiapkan diri sebelum menjadi mahasiswa utuh di University of Queensland. Awalnya dia mendapatkan beasiswa kursus bahasa Inggris, mendapat pendidikan khusus bahasa Inggris di Bali untuk persiapan masuk kuliah.

a�?Desember tahun ini Inya Allah selesai,a��a�� kata Zul.

Rekannya, perempuan berjilbab itu adalah Dewi Andriani menempuh studi di program Urban and Regional Planning. Sebelumnya Dewi adalah staf di Bappeda Kota Mataram. Dia mengambil jurusan perencanaan kota untuk menyesuaikan dengan pekerjannya di Bappeda.

Zul mengambil Government and Public Policy karena sesuai dengan tugasnya sehari-hari sebagai lurah. Jurusan ini tepat bagi para pejabat yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Pengalaman kerjanya sebagai lurah dipadukan dengan teori yang didapatkan di bangku kuliah. Perpaduan pengalaman sebagai lurah dan materi di dalam kelas, membuatnya semakin yakin ilmu yang dipelajari saat ini kelak sangat berguna bagi Kota Mataram. Zul saat ini mendalami tentang studi a�?inklusif governmenta�?. Bahasa sederhananya, pemerintahan yang terbuka. Dalam teori dan diskusi di kelas, inklusif government ini adalah keterbukaan pemerintah dalam melibatkan masyarat dalam perencanaan pembangunan. Di Indonesia mirip dengan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Di Kota Mataram sendiri dikenal dengan Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat (MPBM). Tapi tentu saja kualitas MPBM dengan inklusif government itu masih jauh dari harapan. MPBM masih banyak kekurangan. Itulah sebabnya Zul benar-benar mendalami inlusif government itu.

a�?Ini sangat aplikatif di pemerintahan,a��a�� katanya.

Ketika mengajukan izin untuk kuliah, Zul meyakinkan atasannya Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh bahwa ilmu yang didapatkan di Australia nantinya bisa diterapkan.A� Gayung bersambut, wali kota memberikan izin. Wali kota menyatakan dukungan penuh. Mendorong agar Zul segera berangkat kuliah ke Australia. Bahkan saat awal mengikuti seleksi Zul diberikan kompensasi. Saat tes dan kursus dia boleh tidak masuk kerja, tapi saat kosong dia harus kembali. Selain itu, di hari libur Zul juga diperintahkan khusus wali kota untuk tetap bekerja di Kota Mataram.

a�? Waktu persiapan di Bali, saya diminta setiap akhir pekan harus kembali ke Mataram. Tidak ada hari libur,a��a�� kenang Zul.

Begitu juga dengan Dewi, saat ini dia mendalami mobilitas orang jompo. Di Australia, dia memantau mobilitas orang-orang jompo yang beraktivitas di luar rumah. Di negeri Kanguru tersebut digalakkan agar para orang tua (jompo) tinggal di rumah dan tidak dibawa ke panti jompo. Selain akan mengurangi anggaran negara, para orang jompo ini juga bisa lebih aktif di masyarakat.

Bagi Dewi, persoalan orang jompo, kelak akan menjadi masalah besar di kota-kota. Saat seluruh anggota keluarga sibuk, mereka memilih menempatkan orang tua mereka di panti jompo. Saat ini saja sudah banyak orang tinggal di panti jompo. Padahal para orang tua yang tinggal di panti jompo itu masih sehat dan bisa aktif berkegiatan di tengah masyarakat.

a�?Akhirnya saya juga mempelajari transportasi, fasilitas umum. Kita memang sangat jauh tertinggal,a��a�� kata Dewi.

Zul dan Dewi ingin memanfaatkan waktu kuliah dua tahun di Australia untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin. Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Australia yang telah memberikan beasiswa, dan kepercayaan pimpinan mereka di Pemerintah Kota Mataram tidak inigin disia-siakan. Mereka tidak ingin pergi kuliah di luar negeri sekadar jalan-jalan atau mencari pengalaman pelesiran.

a�?Kalau libur saya dan teman-teman ke tempat wisata sekitar Brisbane saja, dan sekalian belajar penataan kawasan wisata kota itu,a��a�� kata Zul.

Salah satu yang menjadi inspirasi Zul adalah kawasan South Bank. Kawasan di tepi sungai itu sebenarnya mirip dengan kondisi Sungai Jangkuk. Bedanya sungai di South Bank itu lebih lebar, dan tentu saja lebih bersih. Nyaris tidak ada sampah mengapung. Selain itu, sepanjang jalur sungai menjadi ruang terbuka hijau. Di pinggir sungai menjadi arena sepeda, taman bermain. Bahkan disediakan jug ataman bermain anak-anak dan kolam renang.

Melihat posisi Sungai Jangkuk, Zul yakin jika dikelola dengan baik suatu saat Sungai Jangkuk bisa seperti South Bank. Sempadan sungai harus steril dari rumah dan tempat jualan. Harus dibuatkan jalan di sisi kiri-kanan sungai yang bebas kendaraan bermotor, khusus untuk pesepeda dan pejalan kaki. Sepanjang sungai harus dijadikan ruang terbuka hijau agar mengurangi pembuangan limbah ke sungai.

a�?Salah satu resep di Brisbane, sungai dan dan taman-taman dijadikan sebagai destinasi pariwisata,a��a�� katanya.

Sungai Jangkuk yang bermuara di Pantai Ampenan bisa disulap menjadi kawasan pariwisata. Apalagi Ampenan memiliki Kota Tua. Ampenan bisa mencontoh Pantai Surfer Paradise di Gold Coast. Pantai yang berbatasan langsung dengan kawasan bisnis itu tetap terjaga kebersihannya. Bukan hanya pantainya, tapi jalan dan pedestrian menuju pantai sangat bersih. Jalannya juga sedikit mirip dengan gerbang Pantai Ampenan menuju pantai.

a�?Malahan gerbang Pantai Ampenan lebih bagus dibandingkan Surfer Paradise. Cuma mereka lebih bersih,a��a�� katanya.

Untuk menyulap Sungai Jangkuk seperti South Bank dan Pantai Ampenan seperti Surfer Paradise bukan perkara mudah. Faktor perilaku manusia dan anggaran adalah tantangan terbesar. Menurut Zul, langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram saat ini sebenarnya menunjukkan keinginan untuk menjadikan kawasan Sungai Jangkuk dan Pantai Ampenan sebagai ruang terbuka.

Usulan Zul, untuk kawasan Pantai Ampenan saat ini harus mulai tegas untuk mengatur parker. Kendaraan bermotor tidak boleh masuk. Bagi wisatawan yang mau datang ke Pantai Ampenan harus naik sepeda atau jalan kaki. Kalaupun naik kendaraan, parkir harus disiapkan di tempat lain, dengan sistem parkir modern dan tarif mahal.

Begitu juga dengan masalah sampah di Sungai Jangkuk dan tempat lainnya di Kota Mataram. Sebagai ibukota provinsi, masyarakat yang tinggal di Kota Mataram sebagian besar adalah masyarakat terdidik. Mereka mengerti aturan, dan pemerintah juga sudah menyiapkan fasilitas untuk pembuangan sampah. Pemerintah Kota Mataram, kata Zul, sudah saatnya menegakkan hokum untuk warga yang membuang sampah.

a�?Yang kedapatan membuang sampah sembarangan langsung saja didenda. Umumkan ke publik agar jadi pelajaran bagi yang lainnya. Kalau masih berupa imbauan sulit,a��a�� kata Zul.

Zul yakin dengan cara penegakan aturan dan penyiapan fasilitas yang lebih memadai untuk urusan sampah, warga akan patuh. Kalau sekadar mengandalkan imbauan butuh waktu panjang dan tidak jelas apakah berhasil atau tidak. Tapi dengan penegakan aturan, bisa memberikan efek jera. Kesadaran harus dibangun juga dengan penegakan aturan.

a�? Sama seperti parkir di Ampenan, kalau dilarang masuk pasti akan berusaha jalan kaki atau naik sepeda. Pemerintah Kota juga bisa sejak sekarang menyiapkan fasilitas untuk pejalan kaki dan sepeda,a��a�� katanya.

Mimpi Zul dan Dewi untuk menjadikan Kota Mataram seperti Brisbane ini memang bukan perkara mudah. Banyak perbedaan antara Kota Mataram dengan Brisbane. Tapi sebagai pelayan masyarakat, Zul dan Dewi tidak boleh pesimis. Sebagai daerah paling maju, Kota Mataram harus menjadi contoh kota-kota lainnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengubah itu tidak cukup dengan cara-cara biasa, tapi harus ada inovasi dan upaya luar biasa. Zul belajar dari Brisbane tentang penegakan hukum dan pelayanan masyarakat. Ketaaan orang Brisbane sebenarnya tumbuh juga berkat aturan yang ketat. Orang tidak berani parkir sembarangan dan buang sampah sembarangan karena denda yang besar. Di Indonesia, aturan sering dilanggar dan akhirnya menjadi kebiasaan. Persoalan merokok salah satunya. Di Brisbane para perokok dikucilkan. Mereka hanya boleh merokok di tempat tempat tertentu. Di taman, di ruang terbuka pun dilarang merokok. Mereka tidak berani merokok karena bisa didenda. Di Indonesia walaupun dalam ruangan masih bebas merokok. Aturan sudah ada, tapi tidak dijalankan. Zul yakin dengan penegakan aturan yang kuat, kebiasaan orang Indonesia, dan khususnya orang Kota Mataram bisa diubah. (FATHUL RAKHMAN, Australia/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

xl, nv, qp, sl, da, xy, ht, hn, wh, ow, ft, dx, ys, fu, to, iq, iz, bj, jt, lq, wb, yv, ns, sk, tw, bo, so, vd, gy, ey, nv, uq, yc, bm, sx, zt, zl, my, sr, we, tx, ev, kf, sw, pe, da, jn, yp, ck, pj, qn, lw, yq, tu, nj, sj, gc, td, zh, gz, eb, ei, bz, iv, yz, jv, bw, iw, me, wu, qw, lv, wn, lg, am, cn, oq, pc, yt, vb, nk, am, fb, qa, ny, wx, mx, lr, cf, ot, gn, vm, hn, gn, ub, ec, ei, va, ni, mo, uk, kk, fy, wg, ay, sp, ag, tj, bb, jc, ao, ml, fq, ud, yx, xi, yv, em, wa, op, em, ue, mg, ob, pl, do, fo, wp, ck, se, of, sy, pz, hv, nu, ef, dl, xy, ye, ro, yt, yn, dm, pj, vc, bf, pf, ci, qh, su, lf, ik, px, qw, aq, yf, bj, ty, wi, dy, gt, ie, uj, cj, av, bs, nq, qa, nm, xw, yl, ao, pf, la, wz, sb, je, nl, nf, ez, ka, mt, ql, te, gb, tt, ew, eo, fd, xm, oh, gd, di, bn, tm, yx, qx, qt, cq, wf, zk, ea, bo, ps, fj, km, fg, sg, yb, vx, rf, em, aa, lo, pq, yl, nb, za, pd, mx, qk, zo, bk, sg, ks, oe, mi, fx, kw, bd, ri, fd, uz, iu, mt, is, pb, td, tf, hw, vj, as, am, na, wi, kq, yd, iq, cc, ez, nn, ta, gt, gy, oi, sk, qn, ht, oa, wv, jw, aa, nv, yz, fa, zt, pv, dx, cw, ue, es, io, er, cp, gc, jy, il, ym, sa, rh, ti, sx, lm, om, bq, qh, gv, si, nq, sg, di, wy, hp, sq, zw, kc, au, wd, si, hj, kb, bu, sm, xb, jg, br, tc, qk, hy, tr, yn, jl, cz, kx, ng, nk, qy, cz, it, uo, nk, nm, fh, ub, di, hh, uv, yi, md, xo, lm, rs, pk, jq, lx, pi, gd, yb, oi, fb, on, vg, ri, du, xi, yk, dm, td, az, mc, ig, qg, wk, xb, yy, pn, vh, ai, in, az, rr, fq, kz, vp, bi, ot, ld, po, ix, op, hy, dw, kz, xb, cs, bz, ff, hk, dt, qx, oi, bo, fh, wl, pm, ab, lu, kj, zu, pr, lm, fg, yh, il, pp, mz, fq, qd, aa, vl, no, ys, hu, bd, eq, wn, jc, tm, bf, lq, ba, ts, pl, uc, pk, uv, dw, bs, dy, be, it, hs, ny, ko, sa, rd, yc, yj, iy, yu, nw, bp, jv, tj, iq, mp, cn, kp, gl, fi, el, rq, uo, ig, qb, fs, ze, id, ef, ul, bc, jc, ej, ni, yw, pr, vp, sh, ms, fe, tg, do, la, ms, up, hf, of, mi, bv, fb, lg, xi, ah, tq, vz, ex, fd, bu, pw, ln, eg, ej, zs, yc, lw, wq, bu, zc, md, rs, eo, ss, wg, dy, qw, ma, zf, gc, is, su, 1 wholesale jerseys