Ketik disini

Giri Menang

Jatah Raskin Berkurang, Warga Dasan Geres Blokir Jalan

Bagikan

GIRI MENANGA�– Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Barat (Lobar) Hj Ni Made Ambaryati menilai ada kemungkinan data penerima beras sejahtera (rastra) alias beras rakyat miskin (raskin) di lingkungan Dasan Geres Barat belum valid. Ada indikasi data kurang tepat sasaran, sehingga menyebabkan ibu-ibu di dusun setempat turun melakukan aksi pemblokiran jalan, Selasa (9/5) lalu.

“Dulu pendataan Pak Kadus bagaimana dengan statistik,a�? katanya, Rabu (10/5).

Ambar menerangkan, persoalan pengurangan jatah Rastra bukan ranah mereka. Sebab, data penerima Rastra merupakan hasil pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Pihaknya hanya sebatas penyalur, Yang menentukan jatah adalah ranah BPS. “BPS menyodorkan data ke kepala dusun itu diverifikasi A�dan divalidasi. Sehingga muncul data seperti sekarang ini,a�? jelasnya.

Permasalahan di lingkungan Dasan Geres Barat, menurut Ambar bisa jadi karena banyak keluarga sudah mandiri tetap menerima Rastra. Disinilah dibutukan keberanian kepala desa. Agar tidak menjadi pemicu kecemburuan sosial di masyarakat.

Dikatakan Ambar, seharusnya masyarakat yang sudah mandiri tidak perlu menerima Rastra. a�?Harus berani kepala desa, ini kan by name dan by adress,a�? ungkapnya.

Soal jatah per KK, Ambar mengatakan itu tergantung musyawarah desa. Begitu halnya dengan data tidak valid, bisa diselesaikan dalam musyawarah desa. Penerima bisa ditukar asal pagu tidak berubah. a�?Seharusnya per KK 15 kilo gram,a�? katanya.

Terkait dengan persoalan di lingkungan Dasan Geres Barat itu, pihaknya mempersilakan kepala lingkungan setempat mengajukan tambahan penerima. Sesuai format pengajuan by name by addres. Dengan persyaratan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Ia menyarankan, agar tidak ditolak oleh pusat, data yang diajukan harus benar-benar dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan data Dinsos Lobar, selisih jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Lobar tahun lalu dengan tahun ini A�hampir 700 ton.

Namun tidak semua kecamatan mengalami pengurangan. Tiga kecamatan justru bertambah penerima Rastra tahun ini. Yakni Kecamatan Sekotong, Kuripan, dan Gunung Sari. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka