Ketik disini

Praya

Tiga Penambang Emas di Gunung Tebuak Pujut Tewas Tertindih Batuan

Bagikan

PRAYA-Tambang emas tak berizin di Gunung Tebuak Desa Tumpak, Pujut Lombok Tengah (Loteng) memakan korban, Rabu (10/5) kemarin. Tiga penambang tertimpa bongkahan batu, hingga sekujur tubuh mereka remuk. Keluarga pun langsung memakamkannya.

Ketiga penambang tersebut, masing-masing dari desa setempat, atas nama Amaq Odak, Amaq Lendek dan istrinya Inaq Lendek. a�?Karena memang potensi emas di Gunung Tebuak, hampir sama dengan Prabu,a�? kata kepala dusun Mawun Samiun pada Lombok Post.

Risiko penambangan secara tradisional, diakui Samiun adalah tertimpa bongkahan batu. Kronologis kejadiannya, saat ketiga penambang tersebut tengah melakukan galian emas, mereka mengikis sedikit demi sedikit bongkahan batu. Lalu, tiba-tiba batu yang dimaksud longsor dan mengenai mereka, hingga tewas.

Melihat kejadian itu, lanjutnya warga pun langsung berdatangan melakukan evakuasi. Mereka menurunkan alat berat, guna mengangkat bongkahan batu. a�?Alhamdulillah, kalau di Desa Prabu tidak ada tambang emas. Kami sepakat menutupnya,a�? sambung Sekdes Prabu Lalu Guntur.

Kebijakan itu diterapkan, kata Plt Kades Prabu tersebut karena memang risiko kerjanya berat, antara mati atau selamat. Sejak dibuka tahun 2009 silam, sudah tidak terhitung berapa korban jiwa yang melayang. Belum lagi, kerusakan lingkungan. Itu semua terjadi karena memang lahan invetasi dibiarkan terlantar, tidak menghasilkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sebelumnya, kata Guntur di Prabu sendiri terdapat lima titik pengunungan seluas 464 hektare (ha) yang berpotensi emas, meliputi Pendaus Jaran, Bulur Betian, Tirange, Rempok Tingga dan Gunung Goe. a�?Karena, antara penambangan dengan pariwisata tidak pernah ketemu,a�? cetus kepala Dinas Budpar HL Muhammad Putrie, terpisah.

Ia berharap, provinsi segera menyikapi berbagai masalah penambangan di wilayah selatan, tepatnya di Desa Tumpak maupun Prabu. Kecuali, kewenangan ada ditangan Pemkab. a�?Karena penambangan melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2010, RTRW provinsi dan Perda Nomor 7 tahun 2011 RTRW Loteng,a�? kata Putrie.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka