Ketik disini

Selong

Korban Banjir Sambelia Tagih Janji Pemerintah, Dua Bulan Berlalu Bantuan Belum Terealisasi

Bagikan

SELONG – Banjir yang menerjang Sambelia Lombok Timur (Lotim) Februari lalu masih menyisakan duka. Akibat banjir tersebut, puluhan rumah warga rusak parah dan tak bisa ditempati. Pemerintah Daerah baik Pemkab Lotim maupun Pemprov NTB berjanji segera menangani kerusakan. Faktanya, hingga saat ini mereka hilang tak ada kabar.

“Belum (diperbaiki, Red). Saat ini warga masih numpang tinggal di rumah keluarganya atau tetangga terdekatnya,” kata Camat Sambelia Buhari kepada Lombok Post.

Dari keterangan Buhari sebanyak 83 rumah warga rusak akibat banjir tersebut. Beberapa rumah kondisinya rusak parah tak bisa ditempati sama sekali. Akibat lahan dan bangunan sudah hancur lebur diterjang banjir. Warga korban banjir pun saat ini hanya bisa menaruh harapan pada pemerintah. Mengingat, kondisi perekonomian mereka juga sulit karena lahan maupun tanaman pertanian juga ikut rusak akibat banjir.

“Kami sangat berharap bantuan yang dijanjikan  pemerintah bisa direalisasikan. Karena akibat bencana tersebut warga kami sekarang masih merakan dampaknya,” beber Buhari.

Terpisah, Kabag Humas Lotim Ahmad Subhan menjelaskan tahap perbaikan saat ini yang dilakukan adalah pendataan. Sayangnya, hasil pendataan rumah yang rusak dari dinas berbeda dengan keterangan camat.

“Sekitar 60-an unit. Biaya perbaikan berdasarkan tingkat kualifikasi kerusakan apakah itu rusak berat, sedang, ringan. Itu semua akan diperbaiki segera dari dana APBD Lotim,” jelasnya.

Subhan menjelaskan sudah menjadi kewajiban daerah untuk memperhatikan masyarakat yang membutuhkan sesuai kemampuan anggaran. Sebagai tambahan informasi, Dinas Perumahan dan Permukiman Lotim juga sudah mengajukan usulan bantuan ‘perumahan khusus’. “Program rumah khusus ini ditujukan bagi masyarakat Sambelia untuk tahun 2018 sebanyak 100 unit,” ungkapnya.

Sedangkan infrastruktur seperti jembatan yang rusak akibat bencana banjir Sambelia telah ditangani langsung oleh Pemkab Lotim menggunakan bangunan sementara atau darurat. Sambil menunggu dana pusat mlalui BNPB. “Itu juga sudah diajukan usulan proposal oleh BNPB Lotim,” aku Subhan. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka