Ketik disini

Praya

Terindikasi Pungli, Jaksa Bidik Sejumlah Kepala Desa di Lombok Tengah

Bagikan

PRAYA-Tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas saber pungli), di Lombok Tengah (Loteng) mulai membidik dugaan pungli di beberapa desa/kelurahan. Jika dianggap memenuhi unsur pidana, maka mereka sepakat akan membawanya ke ranah hukum.

“Begitu pula sebaliknya. Tergantung barang bukti saja,” kata Wakil Ketua Satgas Saber Pungli Loteng Feby Rudy, Rabu (10/5) kemarin usai menggelar rapat tertutup, di ruang rapat utama kantor bupati.

Desa-desa yang dimaksud, kata Feby dikupas habis dalam rapat, yang dipimpin Ketua Satgas Saber Pungli, yang juga Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri. Salah satunya, kecukupan bukti fisik dan keterangan saksi. Kesimpulan sementara, ada beberapa yang tidak bisa ditindaklanjuti, karena belum memenuhi unsur pidana.

Selain desa, lanjutnya tim juga membahas beberapa kasus lain. Termasuk, program kerja untuk beberapa bulan kedepan. Tugas dan fungsi itu pun tetap mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016. “Dalam waktu dekat, kami sepakat memasang target penanganan,” bebernya.

Itu artinya, beber Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya tersebut, akan ada kasus dugaan pungli yang mencuat. Entah unsur satuan kerja pelayan masyarakat (SKPM), pemerintah kecamatan, pemerintah desa/keluarah atau yang lain. “Kita tunggu saja,” cetus Feby.

Prinsipnya, tekan Feby upaya pencegahan dugaan pungli, lebih diutamakan dari pada penanganan kasus. Caranya, melalui sosialisasi kepada unsur pengelola dan penggunan anggaran, serta pengadaan barang dan jasa. Ia tidak ingin, kasus yang satu itu mengakar dan mendarah daging.

“Kendati demikian, tim tidak bisa leluasa bekerja dan bergerak, jika tidak didukung anggaran yang cukup. Namanya saja kegiatan, pasti butuh anggaran,” tambah Feby.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka