Ketik disini

Headline Kriminal

14 Hari, Polisi Tangkap Puluhan Pelaku Kejahatan di Lombok Tengah

Bagikan

PRAYA-Dalam hitungan 14 hari, Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil mengungkap empat kasus kejahatan, dengan 54 pelaku. Kini, mereka pun mendekam dibalik jeruji besi. Sementara seluruh barang bukti, dimusnahkan.

“Tujuan hanya satu, memberikan rasa aman dan nyaman, jelang Ramadan tahun ini,” kata Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman SIK, kemarin (12/5) dalam sambutannya pada press rilis pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Gatarin.

Empat kasus kejahatan yang dimaksud meliputi, narkoba. Untuk kasus yang satu ini, Polres berhasil meringkus enam pelaku, dengan barang bukti sabu sebanyak 3,72 gram dan uang sebesar Rp 3,7 juta.

Kemudian,  minuman keras (miras) polisi menciduk 20 pelaku, barang bukti 3.252 liter tuak, 261 liter brem dan 343 botol bir. Lalu, kasus perjudian dengan pelaku sebanyak 27 orang. 22 orang diantaranya dewasa. Sisanya, lima orang anak-anak. Barang bukti berupa, delapan kotak kartu domino, masing-masing dua lembar tikar, papa bola adil dan senjata tajam (sajam) jenis golok.

Berikutnya, tambah Kholilur 11 bekel, empat kartu ceki, lima lembar karpet, satu set lampu penerang, satu pucuk senjata api (senpi) dan uang sebesar Rp 8 juta. “Terakhir, kasus prostitusi,” cetus orang nomor satu dijajaran Polres Loteng tersebut.

Kasus tersebut, terang Kholilur melibatkan satu pelaku yang diduga mucikari dan lima korban, barang bukti empat kotak kondom jenis Sutra, tiga unit telepon genggam, satu unit motor dan uang sebesar Rp 750 ribu. “Operasi Pekat Gatarin itu kami laksanakan dari 25 April- 8 Mei. Alhamdulillah, berjalan aman,” katanya.

Kegiatan yang sama, tekan Kholilur tetap dilaksanakan jajaran Polres Loteng, dengan melibatkan seluruh kekuatan yang ada di tingkat Polsek, hingga 139 Babinkamtibmas. Ia pun berharap, para tokoh agama, masyarakat dan pemuda ikut serta membantu. Salah satunya, memberikan pencerahan agama.

Ia tidak ingin, wajah Loteng tercoreng gara-gara perbuatan segelintir orang.

“Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan pengurus persatuan hotel dan restoran Indonesia (PHRI), guna mempersempit ruang gerak prostitusi terselubung,” kata Kholilur.

Sementara itu, Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT memberikan apresiasi. Karena, sukses membongkar sederetan kasus kejahatan, dalam hitungan 14 hari saja. “Ini prestasi yang luar biasa,” sanjung politisi Golkar tersebut.

Adik dari Bupati HM Suhaili FT itu pun menilai, motif pencurian, penjambretan dan perampokan yang selama ini terjadi yaitu, berawal dari yang namanya miras dan narkoba. Dua hal itu harus dimusnahkan hingga keakar-akarnya, tidak saja mereka yang mengkonsumsi. Melainkan, yang memproduksi.

“Sekuat apa pun kepolisian, kalau tidak ada peran masyarakat, maka percuma saja. Sehingga, mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas,” seru Puaddi.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags: