Ketik disini

Headline Kriminal

Kejati NTB Usut Dugaan Korupsi Dana Block Grant Lombok Timur

Bagikan

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB terus mendalami penyelidikan dugaan korupsi dana block grant di Lombok Timur (Lotim). Sejumlah pihak terkait, terutama dari sekolah penerima dana block grant, diklarifikasi jaksa.

Seperti klarifikasi jaksa terhadap Rumansyah, bendahara di SMP 3 Terara, Lotim. Dia bersama Kepala SMP 3 Terara, dipanggil jaksa terkait dana block grant untuk sekolahnya. Seusai klarifikasi, Rumansyah tak banyak berkomentar. Yang pasti dirinya membenarkan jika kedatangannya ke Kejati NTB terkait penyerapan penggunaan dana block grant.

”Sama kepsek juga dimintai keterangan,” kata dia.

Selama klarifikasi, jaksa menanyakan kepada Rumansyah dan Kepala SMA 3 Terara terkait penggunaan dana block grant. Untuk itu, Rumansyah mengaku dana yang digelontorkan kepada sekolahnya digunakan untuk pembangunan dua item fisik bangunan sekolah.

Untuk dua item kegiatan tersebut, sekolahnya mendapat gelontoran dana sebanyak Rp 240 juta. ”Kita terima tahun 2011,” kata dia.

Selain penggunaan dana block grant, jaksa juga meminta buku rekening dari kementerian. Sebab dana block grant yang dikucurkan kepada sedikitnya 10 sekolah di Lotim, berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Tadi diminta fotokopi buku rekening,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya Kajati NTB Tedjolekmono membenarkan jika jaksa tengah mengusut kasus dana block grant tahun 2011. Kasus ini termasuk dalam atensi mereka. Hanya saja, dia tidak dapat membeberkan lebih lanjut terkait penanganan perkara.

”Masih lidik (penyelidikan, Red),” katanya.

Diketahu, jaksa terus memanggil sejumlah pihak terkait dana block grant tahun 2011/2012. Sebab ada dugaan terjadinya penyimpangan dalam penggunaan anggaran yang berasal dari Kemendikbud.

Dalam penyelidikannnya, jaksa telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah komite dan kepala sekolah di Lotim. Dari sana diperoleh keterangan jika jumlah anggaran yang dikucurkan Kemendikbud bervariasi.

Rata-rata dana yang dikucurkan tersebut diperuntukkan pembangunan fisik sekolah. Anggaran juga turun langsung dari pusat tanpa melalui dinas. Namun penggunaan anggarannya bersifat swakelola, tanpa melalui tender.

Ketika proyek selesai, bangunan langsung diserahterimakan kepada Kemendikbud melalui dinas. Termasuk telah dilakukan audit oleh BPK pusat.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags: