Ketik disini

Headline Metropolis

Muliati Pulang, 220 TKW Masih Tertahan di Arab Saudi

Bagikan

MATARAMA�– Muliati, tenaga kerja wanita (TKW) korban upaya pemerkosaan anak majikan akhirnya dipulangkan. Dalam kondisi sakit, Muliati tiba di rumah orang tuanya di Kebon Orong, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat pada Jumat (12/5) malam. Kini ia masih dalam masa perawatan di RSUD Tripat Lombok Barat.

Kepulangan Muliati membuat keluarga merasa lega. Akan tetapi Muliati masih menyisakan sesal, sebab saat ini ada 220 orang TKW lainnya masih berada di sebuah penampungan di Sarikah Mahara Alwadi exit 6, Riyadh, Arab Saudi. Mereka dipekerjakan seperti dirinya yakni menjadi pembantu rumah tangga dengan sistem over time. Ada juga yang bekerja tiga bulanan menjadi pembantu rumah tangga. Para TKI tidak tahu jika saat ini pemerintah Indonesia tengah melakukan moratorium pengiriman TKI informal ke Timur Tengah. Karena itu, Muliati meminta kepada pemerintah agar membantu rekan-rekannya yang lain.

Koordinator Pusat Bantuan Buruh Migran (PBBM) M Saleh mengatakan, saat ini para pendamping sedang fokus untuk keselamatan dan kesehatan Muliati. Pihaknya ingin memastikan kesehatan korban benar-benar pulih, baru kemudian akan membahas persoalan lain dalam kasus itu.

a�?Kami sudah punya komitmen, kita akan fokus pada kesehatan,a�? kata Saleh.

Meski demikian, pengakuan Muliati menjadi masukan bagi tim untuk ditelusuri lebih dalam terhadap keberadaan 220 orang TKW tersebut. Menurut informasi yang diterima, mereka bekerja dengan sistem kontrak tiga bulanan. a�?Mereka dipekerjakan sebagai PRT itu sudah pelanggaran,a�? katanya.

Hal yang mengkhawatirkan saat ini adalah para TKI itu terancam dipenjaraA� pemerintah Arab Saudi bila tidak segera pulang. Sehingga mereka juga ketakutan, apalagi saat tidak ada kerja mereka harusA� cari makan sendiri. a�?Jadi ini perdagangan orang, di dokumennya sebagai cleaning service tetapi dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga,a�? katanya.

Ia berharap pemerintah segera bergerak cepat membantu para TKW yang saat ini masih berada di lokasi tersebut. Jangan sampai terlambat dan muncul masalah baru lagi menimpa TKI di Arab Saudi.

Sementara itu , Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB H Wildan mengatakan, ia bersyukur Muliati sudah bisa pulang dengan selamat. KBRI sudah melakukan mediasi dengan mantan majikan, dan sesuai kesepakatan bahwa mereka sepakat dan sanggup untuk membiayai pemulihan kesehatan di RS Riyadh Arab Saudi. Tanggungan dari majikan sudah diberikan, kemudian kepulangan sampai Jakarta menjadi tanggungan majikan. Baru dari Jakarta ke NTB dibiayi BNP2TKI.

Terkait 220 TKI yang masih berada di Arab Saudi, Wildan mengaku harus berkoordinasi dengan instansi berwenang, misalnya BNP2TKI. Sementara untuk urusan di luar negeri akan menjadi wewenang Kementerian Luar Negeri. a�?Kita tunggu nanti informasi ini karena sudah menjadi wilayah Kemenlu sebagai wakil negara di sana,a�? katanya.

Khusus untuk kasus Muliati, Wildan mengatakan, pemprov bekerjasama dengan BP3TKI, pemerintah kabupaten yang juga bertanggungjawab atas warganya. Sehingga penanganan kesehatan masih dilakukan di RSUD Tripat Lombok Barat. Bila perlu rujukan, baru akan diserahkan ke RSUP NTB. Pola tersebut sudah disepakati sehingga semua pihak ikut bertanggungjawab atas nasib TKI. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys