Ketik disini

Headline Selong

Tahun Ini, Pemkab Lotim Gelar Festival Rinjani

Bagikan

SELONG – Tak mau hanya jadi penonton dari sejumlah agenda pariwisata yang ada di Lombok Timur (Lotim), Dinas Pariwisata Lotim akhirnya mengambil inisiatif. Bersama sejumlah pelaku usaha wisata, Dinas Pariwisata berencana untuk tahun ini untuk menggelar Festival Rinjani.

“Kita banyak melihat ada even yang terselenggara di Lombok Timur (Lotim), mulai dari Tour de Lombok Mandalika, Sembalun Chalenge hingga Rinjani 100. Itu semua dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi hingga EO. Dari itu kami di Dinas pariwisata ingin menggelar event yang akan menjadi ikon Lotim,” kata Kabid Promosi Wisata Dinas Pariwisata Lotim Ahyak Mudin saat memimpin diskusi bersama pelaku wisata.

Selama ini, Lotim memiliki banyak kegiatan pariwisata. Hanya saja, sifatnya parsial atau terpisah. Mulai dari Festival Kaliantan, Festival Masbagik, Paer Lenek dan lainnya. Akibat digelar parsial, maka gaungnya pun terkesan hanya di seputaran Lotim saja. Untuk itulah, melalui kegiatan Festival Rinjani ini, kegiatan yang semula parsial ini diupayakan akan dilaksanakan secara terpusat.

Apalagi tahun ini di Dinas Pariwisata juga dikatakannya telah dianggarkan beberapa lomba dan festival untuk mendukung promosi pariwisata Lotim.

 “Kalau nggak salah ada sekitar lima sampai enam mata lomba untuk mendukung pariwisata Lotim,” cetusnya.

Dinas Pariwisata bersama pelaku wisata dari, PHRI, Asita, Pokdarwis dan BPPD Lotim sepakat mengemas kegiatan bertajuk Festival Rinjani. Nama Rinjani sendiri dipilih karena ini merupakan ikon Lombok Timur. Untuk pelaksanaan kegiatan ini masih belum disepakati namun diperkirakan akan berlangsung sekitar bulan Agustus hingga Oktober mendatang.

“Terkait teknis dan waktunya nanti akan kami bahas dalam rapat lebih lanjut,” kata Ahyak.

Namun dari hasil survei kami di tingkat bawah, ia mengaku festival-festival yang secara parsial di gelar dari Agustus hingga oktober. Mulai ada Festival Masbagik di bulan Agustus, Alunan Budaya Pringgasela dan Festival Nanggi pada Bulan September. Hingga Expo Pesanggarahahan di Bulan Oktober.

“Karena itu kami akan mengambil waktu dari Agustus sampai oktober. Kemudian apabila nanti itu bisa link dengan Festival Muharram itu sangat bagus. Tapi terpisah pun nggak masalah,”akunya.

Kegiatan Festival Rinjani ini juga nantinya rencananya akan dirangkaikan dengan kegiatan Festival Bunga yang akan digelar DInas Pariwisata Provinsi.”Untuk itu kami akan berkoordinasi dulu dengan Pemerintah Provinsi, apakah itu nanti juga bisa kami kemas masuk dalam bagian festival Rinjani,” jelasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka