Ketik disini

Headline Metropolis

Dualisme Hanura Lobar, DPD Didesak Bersikap

Bagikan

GIRI MENANGa��Kepemimpinan H Khairul Anwar di DPC Hanura Lombok Barat (Lobar) disoal para kader dan pengurus lama. Jabatan Khairul sebagai ketua DPC dituding mereka tidak sah oleh DPP.

Suara penolakan terhadap Khairul memang telah disampaikan cukup lama. Namun karena tak juga diindahkan, kubu H Kasim yang sebelumnya merupakan ketua DPC Hanura Lobar akhirnya mengeluarkan ultimatum. Khairul diberi waktu 2×24 jam terhitung kemarin, untuk mencabut seluruh atribut miliknya di kantor sekretariat partai.

a�?Sesuai surat DPP No : A/050/DPP-Hanura/III/ 2017 perihal surat edaran disebutkan di salah satu poinnya jika Khairul tidak sah menjadi ketua oleh DPP,a�? kata Hamroni, sekretaris DPC Hanura Lobar versi H Kasim.

Hamroni mendesak DPD untuk turun tangan menyelesaikan konflik dualisme DPC di Lobar. Karena jika dibiarkan akan merugikan Hanura secara luas.

Mantan anggota DPRD Lobar ini menganggap pengangkatan Khairul tidak sesuai dengan AD/ART dan peraturan partai. Yaitu pada Bab 11 Pasal 38, 39 dan 41. Karena itu, dia meminta Khairul tidak lagi mengatasnamakan apa yang dilakukan atas nama partai.

a�?Kalau memang ultimatum kami tidak juga diindahkan maka kami sendiri yang akan mencabut atribut milik kubu Khairul,a�? ancam Hamroni.

Para calon bupati yang sudah terlanjur mendaftar ke pihak Khairul diimbau Hamroni untuk kembali mendaftar ke kubunya. Rabu (17/5) besok pendaftaran akan resmi dibuka dan sejauh ini sudah ada calon yang menyatakan siap untuk mendaftar. Tim penjaringan bupati dan wakil bupati juga telah dibentuk mereka.

Di sisi lain Hamroni dan rekan-rekanya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti KPU Lobar, Bakesbangpoldagri dan beberapa calon bupati. Khusus KPU, mereka hanya diminta untuk menyelesaikan konflik ini di internal partai.

Ketua DPC Hanura Lobar H Khairul Anwar belum dapat diminta konfirmasi. Pesan singkat yang dikirim koran ini belum dibalas begitupula ketika dihubungi via telepon selulernya.

Sementara Ketua DPD Hanura NTB H Mudahan Hazdie membantah adanya dualisme kepemimpinan di DPC Hanura Lobar. Hanya kepengurusan H Khairul Anwar yang saat ini ada dan sah.

a�?Tidak ada itu (dualisme kepemipinan di DPC Hanura Lobar, Red). Tidak ada,a�? kata Mudahan saat dihubungi melalui ponselnya.

Dia pun enggan menanggapi soal ultimatum yang disuarakan pihak H Kasim. Mudahan kembali menegaskan jika konflik internal ini tidak ada karena partai telah memutuskan dan hanya mengakui Khairul sebagai ketua DPC. (ida/*/r8)

Komentar

Komentar

Tags: