Ketik disini

Metropolis

Pemkot Mataram Tak Tegas, PKL Berjualan Semaunya

Bagikan

MATARAMA�– Sikap Pemkot Mataram yang tak kunjung menunjukkan ketegasan terkait PKL yang berjualan di area terlarang semakin membuat para pelanggar berani. Tak hanya di pinggiran kota, mereka kini terang-terangan melanggar aturan di depan Kantor Wali Kota Mataram.

“Ini akibatnya kalau tak ada ketegasan,a�? kata Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati.

Pernyataan Bayu ini terkesan menyindir sikap atasannya. Mulai dari kepala dinas, wakil wali kota, hingga wali kota.

Sebagai petugas, ia mengaku tak bisa bergerak tanpa adanya perintah. Meski jelas-jelas para PKL melanggar aturan.

Para PKL memang kini terlihat semakin berani. Tak hanya melanggar aturan di tempat yang jauh dari pantauan petugas. Tapi, mereka kini berani melanggar di depan mata para petugas.

Buktinya, sejumlah PKL yang kini berjualan di dalam Taman Sangkareang. Lokasi yang sangat dekat dengan Kantor Wali Kota Mataram dan markas Satpol PP Kota Mataram. Padahal sebelumnya taman itu dihajatkan untuk kegiatan olah raga maupun acara penting daerah lainnya.

Kini, PKL mulai beramai-ramai berjualan di sana. Mereka bahkan meninggalkan lapak jualannya di tempat yang sama.

Area yang dibolehkan hanya di bagian timur taman. Itu pun di bagian luar. a�?Kami belum bisa bergerak karena belum ada perintah dan mereka pedagang klaim sudah dapat izin,a�? ujarnya.

Kemarin Ketua Asosiasi PKL Indonesia (APKLI) Kota Mataram M Sahidin secara khusus mencoba menemui Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana terkait persoalan itu. Dia hendak meminta arahan pada Mohan yang tak lain Ketua Dewan Penasihan APKLI Kota Mataram.

“Tapi bapak sedang sibuk, mungkin besok kami datang lagi,a�? ujarnya.

Dia menjelaskan, hendak meminta arahan sekaligus penjelasan, apakah area dalam taman dibolehkan untuk berjualan atau tidak. Saat ini tak kurang dari 50 pedagang sudah menyerbu kawasan itu. Mereka banyak berasal dari Dasan Agung dan Gomong Lama.

“Kami sudah data mereka, walaupun kebanyakan belum jadi anggota,a�? ujarnya.

Jika memang dibolehkan dan diberi izin, ia mengatakan hendak melakukan penataan agar kondisi tak semerawut seperti saat ini. Misalnya jam berjualan yang tentu saja harus mengikut aturan, tidak seenaknya seperti sekarang.

Dia juga menyoroti gerobak PKL yang ditinggalkan begitu saja. Termasuk sampah yang dihasilkan yang tak bersih sempurna setelah berjualan. “Kalau nantinya boleh, kita atur hal-hal seperti itu,a�? ujarnya.

Namun jika memang tak dibolehkan, hasil diskusinya dengan para pedagang mengatakan mereka siap dipindah ke lokasi lain. Dengan catatan, mereka tetap diberi kemudahan untuk berjualan dan terbebas dari kehawatiran digusur petugas.

“Kalau boleh memilih, pedagang maunya di taman itu. Tapi kalau benar terlarang, mereka siap diatur kok, itu janjinya ke saya,a�? tutupnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka