Ketik disini

Kriminal

Mantan Kepala SMPN 6 Mataram Mulai Disidang

Bagikan

MATARAM – Lalu Marwan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor, kemarin (15/5). Mantan Kepala SMPN 6 Mataram diadili atas dugaan pungutan liar untuk menunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Ferdinand M Leander. Untuk jaksa penuntut umum (JPU) diwakili Budi Tridadi Wibawa dan Marolah.

Budi mengatakan perbuatan dugaan pungli yang dilakukan tedakwa dalam rangka melaksanakan UNBK bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar.

Dalam Permendikbud itu, terdakwa dianggap melanggar Pasal 9 ayat 1 dan Pasal 1 ayat 2. ”Intinya melarang sekolah untuk melakukan pemungutan biaya,” kata dia.

Karena itu, JPU mendakwa Lalu Marwan dalam dakwaan primer yang diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain dakwaan primer, JPU juga menyiapkan dakwaan alternatif kepada terdakwa. Untuk dakwaan alternatif, perbuatan terdakwa sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terpisah, usai sidang penasihat hukum terdakwa dari LKBH PGRI NTB, Eddy Kurniady mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang diberikan JPU. Menurut dia apa yang disampaikan sudah cukup jelas.

”Eksepsi tidak akan kami ajukan, karena memang tadi sudah cukup jelas,” kata dia.

Lebih lanjut, pihaknya akan fokus pada pokok perkara sidang. Terutama untuk fakta-fakta dalam persidangan nantinya.

”Kita akan fokus pada fakta persidangan nanti,” ujar dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka