Ketik disini

Headline Sumbawa

Baru Keluar Penjara, Pak Tenggen Diduga Perkosa Anak Kandung

Bagikan

SUMBAWA– Baru saja bebas bersyarat selama sebulan karena kasus persetubuhan anak d bawah umur, Sy alias Tenggen, warga Dusun Bajo, Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, kembali ditangkap. Sy kembali mengulangi perbuatannya. Kali ini, yang menjadi korbannya adalah anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

Kejadian terungkap ketika korban, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red) mengadukan kejadian ini kepada pamannya. Kejadian memilukan ini diadukan oleh korban pada Sabtu (13/5) lalu. Saat itu, korban mengaku bahwa dia telah diperkosa oleh Sy. Bahkan, pemerkosaan ini dilakukan sebanyak empat kali di rumah tinggal pelaku di Dusun Bajo.

Setelah mendapat aduan tersebut, paman korban langsung mendatangi Polsek Alas Barat untuk melaporkan kasus itu. Mendapat laporan itu, anggota polsek setempat langsung mengambil langkah cepat dengan mendatangai kediaman tersangka. Sy kemudian tidak berkutik dan diamankan sekitar pukul 21.00 Wita.

Kapolsek Alas Barat Ipda Komang Oka  membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah turun ke lapangan dan mengamankan pelaku.

“Penangkapan dilakukan oleh anggota kami setelah mendapat laporan dari paman korban,” ujarnya, kemarin (16/5).

Diketahui, pelaku baru bebas bersyarat selama sebulan. Dia sebelumnya dipenjara dengan kasus yang sama. Menurut pengakuan pelaku, dia tinggal bersama dengan korban. Sebelum menyetubuhi korban, pelaku mengaku sebelumnya sempat menenggak minuman keras. Pelaku juga mengaku telah menyetubuhi korban sebanyak empat kali. Saat ini, pelaku diamankan di Polres Sumbawa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Secara terpisah, Advokat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumbawa Fatriaturrahma mengaku miris dengan kebanyakan kasus asusila yang terjadi di Sumbawa. Maraknya kasus asusila yang terjadi saat ini adalah pelecehan seksual oleh orang-orang terdekat. Seperti halnya dengan kasus-kasus sebelumnya.

”Seperti yang dilakukan oleh bapak kandung. Dimana ini kasus yang kedua kalinya dilakukan terhadap anak di bawah umur. Yang di Alas Barat,  pelaku baru selesai menjalankan hukuman. Dia ulangi lagi dan anak kandungnya yang dijadikan korban,” kata  Atul, sapaan akrabnya.

Dia bersama rekan-rekan advokat LPA NTB akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaku bisa dihukum kebiri. Karena dengan dipenjarahkan, pelaku tidak merasa jera.

LPA juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Agar semua pihak memiliki hati nurani yang bersih. Atul juga mengajak semua pihak untuk menjaga anak-anak dengan sebaik-baiknya. Karena semua pihak memiliki kewajiban dan bertanggungjawab untuk kelangsungan  masa depan anak sebagai penerus bangsa.

LPA juga akan terus mendampingi korban. Baik dalam pemulihan maupun proses hukumnya. LPA tetap memberikan yang terbaik untuk korban. Baik hak-hak dan perlindungan. Dia berharap kepada pemerintah untuk tidak menutup mata dengan kejadian yang sudah sering terjadi di Sumbawa.  (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka