Ketik disini

Giri Menang

Polres Lombok Barat Sita Puluhan Ribu Rokok Ilegal

Bagikan

GIRI MENANGA�– Polres Lombok Barat (Lobar) menyita ribuan bungkus rokok merek Maxx dan Panama tanpa cukai yang dikirim dari Malang. Penyitaan ini membuat rokok ilegal itu gagal diedarkan di wilayah NTB.

“Ini merupakan hasil operasi rutin Polres Lobar di Pelabuhan Lembar,” kata Kasat Reskrim Joko Tamtomo didampingi Kabag Ops Kompol Fauzan Wadi di Mapolres Lobar, kemarin (16/5).

Total, jumlah rokok ilegal itu 10.400 bungkus. Rinciannya, 10 kardus rokok Maxx berisi delapan ribu bungkus rokok dan merek panama dua kardus berisi 2.400 bungkus.

Barang bukti ini diamankan dari salah satu sopir ekspedisi berinisial DE, 60 tahun, warga Demak, Jawa Tengah

Terungkapnya kasus ini berawal dari operasi rutin yang digelar Satreskrim Polres Lobar di Pelabuhan Lembar Senin (15/5) dini hari. Sekitar pukul 00.00 Wita.

Dari pengakuan DE, barang bukti tersebut akan didistribusikan ke Sumbawa dan Bima. Penyebarannya juga tidak dilakukan sembarangan. Namun hanya di antar ke pemesan.

“Ada juga yang sudah sampai Sumbawa, NTT dan sebagainya,a�? terang Joko Tamtomo.

Ketika diamankan petugas, ratusan bungkus rokok ilegal itu tersimpan rapi dalam kardus. Diangkut menggunakan truk.

Dari penuturan pelaku, satu bungkus rokok dijual seharga Rp 3 ribu kepada pemesan. Sementara ke pembeli dijual seharga Rp 7 ribu.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga menahan truk bernopol EA 9999 BC yang digunakan mengangkut barang.

Petugas saat ini masih mendalami kasus tersebut. Sebab, dari hasil penyeledikan, rokok tersebut kini telah beredar di beberapa warung kecil di wilayah Kediri dan Labuapi, Lobar.

“Tapi kami belum bisa tindaklanjuti, masih mencari distributornya di sini,a�? tandas Joko.

Joko menambahkan, menindaklanjuti penanganan kasus ini, pihaknya A�akan membuat laporan untuk melimpahkannya ke Dirjen Bea Cukai NTB. Kasus ini masuk kewenangan khusus dari Dirijen Bea Cukai. “Kita bantu proses penanganannya dan proses pengembangannya,a�? jelasnya.

Pelaku dijerat Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tetang cukai. Ancaman pidana kurungan paling lama 5 Tahun dan/atau denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Apakah ada indikasi sindikat sebelumnya pernah ada yang diamankan?

Joko menjawab, pihaknya sudah mendapat perintah dari pimpinan baik Kapolda maupun Kapolres untuk mengatensi kasus rokok ilegal tersebut. Apalagi sudah mulai banyaknya beredar di wilayah NTB. A�Sehingga rokok tanpa pita bea cukai akan diamankan karena belum melewati balai BPOM dan tidak ada jaminan kesehatan. Selain itu, keselamatan konsumen belum terjamin karena belum melewati SOP yang jelas.

“Sepertinya ada jaringan berbentuk perusahaan, nanti Bea Cukai yang mengembangkan siapa pelaku utamanya,a�? tutupnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka