Ketik disini

Giri Menang

Kedutaan Amerika Mengaku Puas Kerjasama dengan Lobar

Bagikan

GIRI MENANGA�– Perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat untuk Indonesia mengaku puas dengan hasil program Costal Community Development Project (CCDP) di Lombok Barat (Lobar). Rombongan perwakilan Kedubes Amerika yang dipimpin oleh Heater bersama sejumlah jurnalis Asia-Pasifik untuk CCDP-IFAD kemarin mendapat kesempatan melihat hasil-hasil program kerja sama untuk pemberdayaan masyarakat pesisir itu.

Dari hasil pantauannya ke sejumlah tempat, mereka mengaku program CCDPA� di Lobar sukses. A�Sesuai dengan target mereka, memberdayakan masyarakat pesisir pantai.

“Saya melihat program ini cukup sukses di sini, ini sangat bagus. Lobar sangat memuaskan,a�? terang Heater perwakilan Kedubes Amerika Serikat dalam sambutannya.

Heater bahkan menyebut begitu besar dampak CCDP-IFAD di berbagai wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Lobar. Tidak hanya aspek pemberdayaan masyarakat, tetapi infrastruktur penunjang juga.

“Hasilnya sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir di mana lokasi program ini menyasar,a�? imbuhnya singkat.

Ini tahun terakhir program CCDP-IFAD diterapkan di Lobar. Ia berharap apa yang sudah dihasilkan oleh masyarakat pesisir dari hasil program ini tidak berhenti.

Meski bantuan tidak lagi dikucurkan oleh pihak IFAD, program ini harus berlanjut. Karena membawa perubahan cukup signifikan bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengakui, jika program CCDP-IFAD berpengaruh terhadap pengurangan angka kemiskinan di Indonesia, termasuk di Lobar. Menurutnya, sekitar 50 persen masyarakat pesisir di Lobar saat ini terentaskan dari kemiskinan berkat program ini.

a�?Ini berkat kontribusi banyak pihak, termasuk dari IFAD,a�? ungkap bupati.

Kehadiran program kerja sama Amerika A�dan Indonesia ini memang cukup dirasakan betul dampaknya oleh masyarakat di wilayah pesisir. A�Tidak saja menghasilkan produk, pola pikir masyarakat pesisir perlahan mulai berubah.

Jika dulunya masyarakat banyak menjual hasil tangkapan laut. Kini mulai beralih, banyak masyarakat mengolah sendiri hasil laut menjadi bahan produksi. Seperti keripik rumput laut, abon, dan lainnya.

Selain olahan hasil laut, ada lagi produksi garam di wilayah Sekotong yang awalnya merupakan bantuan IFAD. Bantuan tersebut kini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat. Dan telah mempekerjakan sebanyak 350 kepala keluarga.

Bupati mengatakan masyarakat tak perlu khawatir terhadap hasil olahan. Pemerintah membantu dengan membuat semacam regulasi demi mengamankan hasil produksi tersebut.

Pihaknya sudah menerbitkan surat edaran dan peraturan bupati. Agar produk olahan lokal bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat Lobar secara luas.

Ia berharap program ini terus dikembangkan, kendati tak lagi mendapat suntikan dana dari IFAD. “Karena ini bagus, jangan sampai berhenti,a�? pintanya.

Menurut Fauzan, Lobar merupakan daerah yang punya potensi. Selain hasil laut, potensi juga ada dari hasil perkebunan.

Pihaknya akan banyak mengintervensi agar salah satu hasil kebun seperti gula aren yang saat ini terus diproduksi berlebih, bisa dimanfaatkan menjadi produk olahan lebih baik. Pihaknya tidak ingin kelimpahan produksi itu disalahgunakan.

a�?Insya Allah kalau ada intervensi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, akan banyak bermanfaat untuk masyarakat kami,a�? tandasnya.

Perwakilan Kedubes Amerika Serikat dan sejumlah jurnalis Asia-Pasifik untuk CCDP-IFAD mengakhiri kunjungannya di Rumah Kemasan Sasak Maik di komplek Pasar Gerung. Dalam kesempatan itu, rombongan banyak melihat proses pembuatan olahan rumput laut. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka