Ketik disini

Headline Politika

Sisi Lain Bakal Cagub NTB (2) : Ahyar Abduh, Suka Baca Buku, Renang Hingga Ziarah Kubur

Bagikan

Lain Suhaili, lain Ahyar Abduh. Bicara soal hobi, bakal calon Gubernur dari Partai Gerindra ini rupanya banyak memiliki kegemaran. Mulai dari olah raga fisik seperti pencak silat, renang, mancing dan baca buku.

——————————–

a�?Kalau saya keluar pasti beli buku,a�? kata Ahyar pada Lombok Post soal hobinya ini.

Wali Kota Mataram yang saat ini tengah gencar mencari dukungan menopang langkahnya bertarung di Pilgub NTB meyakini membaca membuka cakrawala berpikir. Buku adalah jendela dunia. Di mana banyak pemikiran dan ide, tertumpah di sana.

a�?Setiap hari, saya selalu sempatkan diri baca,a�? terangnya.

Tidak hanya itu, pria yang juga menguasai banyak jurus pencak silat ini, juga sewaktu-waktu menyempatkan diri berenang. Menurutnya, berenang memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kebugaran tubuh. a�?Saya juga suka mancing,a�? imbuh Wali Kota dua priode ini.

Di laut lepas, Ahyar kerap merefresh pikiran. Entah bagaimana itu terjadi. Namun, pikirannya memang langsung plong begitu saja manakala pelampung pancing sudang mengapung di air.

Tetapi dari sekian hobi yang disukai Ahyar, ada satu hobi yang sangat membedakan dia dengan kandidat lain. Apa itu? Ziarah Kubur. Ahyar membenarkan jika dirinya sangat senang mengunjungi makam-makam para alim ulama dan para leluhur. a�?Ziarah itu salah satu cara untuk mengenang atau mengingat leluhur kita,a�? ungkapnya.

Sungguh tidak elok, jika generasi saat ini melupakan jasa-jasa mereka. Baik itu warisan budaya, ilmu dan pembangunan yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Karena itu, Ahyar mengatakan ziarah kubur menjadi salah satu cara untuk memberi penghormatan yang pantas, pada mereka yang lebih disebutnya lebih dulu menghadap Sang Maha Pencipta. a�?Tidak hanya dari segi historis, ziarah kubur juga memiliki nilai-nilai religius,a�? imbuhnya.

Setidaknya dengan mendatangi kuburan, itu bisa dijadikan nasihat. Sebab, setiap yang bernyawa dipastikan akan mati. Pada akhirnya, menziarahi kubur akan semakin menebalkan keimanan dan keyakinannya akan kehidupan ke dua, setelah dunia. a�?Itu juga cara kita menasehati diri-sendiri,a�? terangnya.

Baca Juga :A�

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1401″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

 

Beberapa tempat yang kerap diziarahi Ahyar antara lain Makam Maulana Syaikh TGH Zainuddin Abdul Madjid, pendiri organisasi Nahdlatul Wathan di Pancor. a�?Saya juga ke makam Tuan Guru Saleh Hambali, lalu beberapa makam guru-guru kita,a�? terangnya.

Tidak hanya mereka yang dikenal sebagai alim ulama, Ahyar juga kerap menziarahi makam leluhur. a�?Terutama mereka yang punya jasa besar pada daerah ini,a�? terangnya.

Sebagai bentuk apreasiasi dirinya akan jasa-jasa alim ulama dan para leluhur, Ahyar juga sering membantu masyarakat sektiar dengan cara memugar beberapa makam yang pernah ia ziarahi. a�?Iya ada beberapa yang saya bantu masyarakat di situ (untuk pemugaran),a�? jawab dia.

Sayangnya, Ahyar enggan membeberkan makam mana saja yang telah dibantu untuk pemugaran. Dengan alasan, biarlah itu menjadi nilai penghormatan dia pada sosok-sosok di balik pusara, tanpa harus digembar-gemborkan.

Apakah selama ziarah makam, Ahyar pernah mengalami pengalaman mistis? Pria yang kini berusia 56 tahun ini awalnya tertawa kecil. Tetapi, secara tersirat ia mengungkapkan pengalaman batin kerap ia alami. a�?Wah itu kan apa ya namanya, setiap kita ziarah itu (pasti) ada pencerahan,a�? ujarnya.

Tetapi saat digelitik, soal pencerahan itu, apakah melalui proses ritual mistis, serupa acara uka-uka atau uji nyali. Ahyar tertawa lebar. Ia dengan tegas mengatakan tidak pernah melakukan hal seperti itu. a�?Ya endaklah. Ndak.. pacuan (yang benar bertanyanya),a�? tandasnya.(zad/r8)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka