Ketik disini

Headline Metropolis

Jadi DPO, Dua Warga Bima Tewas Tertembak di Poso

Bagikan

MATARAM-Tewasnya dua terduga anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yakni Barok dan Askar asal Bima, langsung ditindaklanjuti Polda NTB. MIT sendiri dituding polisi sebagai salah satu kelompok yang beranggotakan sejumlah terduga pelaku terorisme.

Tim dari Polda NTB telah berangkat ke Bima, menemui keluarga kedua pria yang tewas saat baku tembak dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, kabarnya tewasnya Askar dan Barok telah mereka terima. Usai peristiwa tersebut, Kapolda Sulteng telah menghubungi dirinya. Mengabarkan jika Satgas Tinombala yang bertugas di Poso, telah menembak dua orang diduga dari kelompok MIT.

”Hasil identifikasi terakhir diketahui orang Bima, itu sudah saya dapatkan kabarnya dari Kapolda Sulteng,” kata Firli, kemarin (17/5).

Informasi itu ditindaklanjuti Kapolda dengan memberangkatkan tim menuju Bima. Mereka mencari keluarga dari Askar dan Barok. Guna memberitahu jika keduanya telah tewas dalam baku tembak di Poso.

”Sudah kami beritahukan kepada pihak keluarga, terutama orang tuanya. Mereka juga sudah menyatakan ikhlas karena itu jalan yang ditempuh dan dipilih putranya,” beber Firli.

Terkait dengan rencana pemakaman dari Askar dan Barok, Kapolda mengaku belum mengetahuinya. Dia juga tidak mempermasalahkan apakah kedua korban akan dimakamkan di Poso atau Bima.

Pastinya, lanjut Kapolda, pihaknya menginginkan agar pemakaman dilakukan dalam waktu dekat ini. ”Dimakamkan dimana saja bisa, karena bumi ini milik Allah,” katanya.

Lebih lanjut, Polda juga telah mengkomunikasikan dengan pihak keluarga. Kepolisian akan membantu seandainya pemakaman dua orang kelompok MIT itu akan dilakukan di Poso.

”Kami siap memfasilitasi keluarga kalau ingin ke Poso. Sudah saya sampaikan juga ke Kapolres agar membantu jika pihak keluarga ingin menghadiri pemakaman disana,” ucap dia.

Diketahui, Askar dan Barok masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dari aparat penegak hukum. Mereka berdua diduga kuat masuk dalam kelompok MIT. Keduanya diduga memegang posisi penting dalam kelompok yang sebelumnya dipimpin Santoso ini. Menurut polisi Barok sebagai tokoh pimpinan MIT saat ini dan Askar berperan sebagai perakit bom.

Dalam baku tembak di Poso, Askar dan Barok tewas. Dari lokasi itu, satgas menyita satu pucuk senjata api jenis SS-1 dan dua magazen. Hingga kini, satgas masih memburu DPO lainnya, dengan lima diantaranya diduga berasal dari Bima.

Polda NTB sendiri masih berupaya melakukan langkah persuasif terhadap keluarga kelompok MIT di Bima, yang hingga kini belum tertangkap.

Sementara itu, kemarin, Radar Tambora (Lombok Post Group) menyambangi keluarga Askar di RT 07 RW 02 Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Pihak keluarga pun, sepertinya sudah mendapatkan informasi resmi terkait tewasnya Askar.

Paman Askar, Mudin, 49 tahun menuturkan, jika ponakannya terakhir dilihat tahun 2014 lalu. Askar yang bekerja serabutan, tiba-tiba memutuskan pergi ke luar kota.

“Kami juga tidak tahu kemana dan untuk apa,” aku Mudin.

Ketua RT setempat Imran, mengaku belum yakin dengan kabar tewasnya Askar. Pasalnya, sebelumnya sudah dua kali Askar dikabarkan tewas dalam sebuah kontak senjata. Namun belakangan diketahui Askar masih hidup.

“Ini kabar ketiga kalinya Askar dikatakan tewas,” ungkap Imran.

Selain itu, ada sedikit perbedaan fisik antara foto yang ditunjukkan pasca tertembak dengan foto Askar sebelum meninggalkan Kota Bima. Menurut Imran, Askar memiliki kulit putih dan bergigi gingsul.

“Kalau saya lihat fotonya, gigi gingsul itu tidak ada,” katanya, ragu.

Radar Tambora kembali mendatangi istri Askar, yang berdomisili di Desa Padolo Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Sayang, istri Askar bernama Inayah tidak bisa ditemui karena sakit.

“Maaf adik saya sedang sakit gigi, jadi belum bisa ditemui,” ujar kakak kandung Inayah, Sutomo.

Melalui Sutomo, Inayah menyakini jika yang tewas dalam baku tembak adalah Askar. “Kemarin kami didatangi aparat dan mengabarkan hal ini. Foto pun sudah dilihat dan Inayah membenarkan kalau itu suaminya,” ungkap dia.

Saat ini istri dan keluarga Askar hanya berharap jenazah Askar bisa dikembalikan kepada keluarga untuk dikebumikan secara layak.

“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta agar jenazah Askar bisa diberikan kepada kami,” pinta Sutomo, yang juga mewakili suara istri Askar. (dit/tin/yet/LPG/r2/r8)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka