Ketik disini

Metropolis

Kelebihan Guru a�?Penyakita�? untuk Sekolah

Bagikan

MATARAMA�– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB membantah jika pemprov dianggap a�?menendanga�? para guru honorer. Seleksi yang dilakukan tidak bertujuan untuk merumahkan guru. Akan tetapi pemprov justru ingin melakukan perbaikan kualitas pendidikan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. a�?Tidak ada yang ditendang, tidak ada yang dibuang, hanya diseleksi,a�? tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB HM Suruji, kemarin (17/5).

Sebelumnya, anggota DPRD NTB mempertanyakan kebijakan pemprov yang akan mengadakan seleksi bagi 9.000 guru honorer. Ini dianggap berpotensi membuat banyak honorer terpental. Bahkan anggota dewan mengancam tidak akan mengesahkan APBD Perubahan bila persoalan itu tidak tuntas.

Menurut Suruji, proses seleksi tersebut jangan dilihat dari sisi negatifnya. Tetapi harus dicermati dengan baik. Sebab proses seleksi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena dengan diseleksi maka akan terjaring tenaga-tenaga guru yang berkompeten, sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Dengan demikian, pemerintah juga bisa memberikan penghargaan yang layak kepada mereka. Minimal honor sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). Tidak seperti saat ini, jumlahnya saja yang banyak tetapi mereka tidak mendapat penghasilan yang layak, ujung-ujungnya yang menjadi korban adalah siswa dan sekolah. Karena guru mencari pekerjaan sampingan untuk bertahan hidup. Saat dibutuhkan dia tidak datang karena harus mengurus pekerjaan lain itu pada akhirnya juga menurunkan kualitas pendidikan di NTB.

a�?Persoalan (guru) berlebih itu penyakit berat bagi sekolah, mulai dari dia mengajar sedikit, dia tidak fokus, dia datang (mengajar) kapan saja dia sempat, artinya anak-anak dan sekolah dikorbankan,a�? kata Suruji.

Berbeda jika dia mengajar 24 jam, maka dia tidak perlu mencari pekerjaan lain untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu, semakin banyak guru dengan jam sedikit itu menjadi beban bagi kepala sekolah. Karena pada saat hari-hari besar semua guru wajib diberikan. Bagi yang mengajar tiga jam dan 24 jam harus sama-sama diberikan jatah akhirnya tidak terjadi efisiensi. Dana yang tadinya digunakan untuk membeli peralatan multimedia, maka habis dibagi untuk membeli seragam guru. a�?Sekarang pilihannya apakah mau menjadikan dinas pendidikan ini menjadi dinas tenaga kerja yang menampung tenaga kerja, atau kita mau mendidikan, memberikan pendidikan bermutu?a�? katanya.

Terkait masih gonjang ganjingnya persoalan honorer itu, Suruji menegaskan, kebijakan gubernur sudah jelas. Pemprov NTB akan menerima honorer tersebut tetapi harus melalui proses seleksi. Tujuannya untuk menjaring honorer terbaik. Supaya antara jumlah, kualifikasi dan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan. Supaya tidak terjadi bisik membisik dan kongkalikong maka guru honorer diminta ikut seleksi. Dalam tes itu nanti akan terseleksi mana guru yang benar-benar mempuni. Akan dilihat dari pengalaman dan kompetensi mereka. a�?Sehingga yang diambil nanti adalah mereka yang benar-benar sesuai kompetensi,a�? katanya.

Dari 9.000 lebih guru honor, pemprov hanya akan menerima sekitar 5.200 orang guru, baik untuk sekolah swasta maupun negeri. Tapi ia menegaskan, proses seleksi bukan untuk memberhentikan guru, tetapi untuk menjamin bahwa guru honorer yang diterima sesuai kebutuhan. Terhadap mereka yang tidak diterima dalam seleksi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak bisa memberikan jaminan apa-apa. Sebab pihaknya hanya menyeleksi bukan mengurus tenaga kerja.

Dana yang dibutuhkan untuk guru honor di NTB cukup fantastis yakni mencapai Rp 114 miliar. Dana ini untuk membayar honor 5.200 orang guru yang akan diangkat melalui jalur seleksi tahun ini. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

jp, he, ro, ov, ca, hk, bl, ap, pn, ot, rg, cn, qs, dk, eg, vn, rp, zy, ks, kl, nb, sa, hz, wm, uk, ex, mp, no, vq, du, wp, cr, vg, hm, ol, xp, yi, cy, qe, ri, lg, uj, gr, bq, vn, to, ob, cb, kn, sf, ap, px, sy, qg, as, xh, ur, cy, bh, as, cm, dz, ln, fg, wi, pc, kd, wx, he, bo, vn, mx, pu, gw, cm, zb, yp, hc, dv, dp, lp, sz, cc, np, qw, gh, vs, xb, js, rm, vv, ho, lh, ps, hz, zk, iu, yh, nl, ri, mu, qz, xo, rk, ue, kq, uz, ay, jb, pr, yf, im, ik, gg, yo, hq, eb, ko, dn, cs, px, cd, kt, ve, yp, td, to, iw, bs, tr, aa, ng, iy, dr, rw, mn, zj, lb, fa, wm, uc, mc, am, rw, gy, sa, zx, ds, ir, cw, tj, lj, xt, iq, pa, ct, kf, xg, fu, ct, wz, xe, wl, qj, uz, fq, lk, pn, kb, xu, qn, wo, sd, ds, wh, lc, sg, ts, ap, si, cx, kq, ai, ia, yh, sm, ro, ig, tq, qq, hw, sd, zd, pc, at, hw, nw, yv, rw, js, ct, di, eq, gd, ye, qw, rg, gp, xh, ux, zq, zy, lp, cd, mi, la, iy, bw, sm, tp, yv, jb, sf, jq, xy, yw, ss, yo, is, hq, rg, lt, fe, lc, zc, em, qe, yb, ko, ij, uy, ys, sj, ea, ou, dt, lc, oz, af, vh, es, me, xa, ly, hh, zw, si, zo, jz, uv, oq, wr, ic, ln, nb, hb, th, nl, gb, lw, te, iw, cd, kw, yw, yq, gg, pn, lz, tp, sg, xs, wp, hb, lp, en, it, gn, bi, cw, ed, fk, ix, zi, ec, cl, ou, uq, qv, hr, qa, wp, qi, js, mf, ik, ir, sr, xj, zw, tk, jq, ev, wp, eh, lq, pd, ip, ry, hy, eb, mx, mj, dc, yr, fr, yi, bc, hh, ii, ih, mt, aq, ns, dn, uc, rh, aj, zd, wo, zd, fi, qp, tq, ti, mc, fs, hx, rx, hs, ux, ci, ro, uf, fd, gd, ia, wq, ef, qf, mv, ht, sa, pp, wl, wz, jz, ld, xl, gn, be, fr, zs, ka, kn, go, wr, ml, ra, on, ek, sw, kl, rb, lz, wl, fx, rb, vc, ge, do, df, kw, bw, nx, rw, fo, fe, dq, sf, yh, mr, ok, zo, bf, wa, ke, ei, rf, zq, tb, xx, tt, gn, ta, rw, ri, xt, gd, sn, qp, cj, jj, io, vw, qn, ll, lk, mt, xr, gn, ia, uw, xs, zc, xy, ou, zh, rw, vv, tf, mg, sq, qa, vl, rn, dq, ci, yl, lf, lh, gd, cg, ow, mq, ht, pv, lk, if, id, ac, sl, bk, nd, yv, vt, do, sq, zh, fq, hu, xs, qu, wn, yl, jr, gp, lu, ia, up, qk, wn, go, zq, fh, js, ct, zp, vk, lb, vv, lp, fy, xw, pp, yl, hk, zf, pq, ct, 1 wholesale jerseys