Ketik disini

Kriminal

Pengecer Sabu di Gili Trawangan Ditangkap

Bagikan

MATARAM -A�Puluhan poket berisi kristal putih diduga sabu, yang dibawa Ardi disita polisi. Menurut penyidik rencananya sabu itu akan dijual Ardi A�kepada wisatawan di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung mengatakan, pelaku menyasar wisatawan yang akan mengikuti party (pesta) di Gili Trawangan. Dia menawarkan kepada mereka, baik wisatawan asing maupun lokal, untuk membeli sabu miliknya sebelum berpesta.

a�?Dijual khusus untuk wisatawan yang mau party,a�? kata Gede Agung, kemarin (17/5).

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti polisi. Mereka akhirnya menangkap pria asal Desa Gelogor, Lombok Barat (Lobar) itu, di kamar sebuah bungalow, di Gili Trawangan, Rabu (10/5).

Kata Gede Agung, kamar yang ditempati Ardi, kerap dijadikan lokasi untuk transaksi narkotika. Di tempat itu juga, dia menaruh narkotiga jenis sabu yang akan diedarkan. Tak jarang, beberapa pelanggannya datang untuk membeli sabu dari dia.

Dugaan itu semakin kuat ketika polisi menggeledah kamar pelaku. Tim Subdit III Ditresnarkoba mendapatkan 26 poket berisi kristal putih diduga sabu dengan berat 13,94 gram. Selain sabu, pelaku rupanya mengedarkan ganja, ini setelah mereka menemukan satu poket daun kering diduga ganja seberat 0,87 gram.

Selain barang bukti narkotika, petugas menemukan satu timbangan elektrik, dua telepon genggam, dua bong seabgai alat hisap sabu, dua pipet kaca, serta uang sebanyak Rp 650 ribu.

a�?Uangnya diduga hasil penjualan narkotika,a�? ujarnya.

Poketan sabu yang dijual Ardi memiliki berat bervariasi. Berat sabu itu juga yang menentukan harga per poketnya. Untuk sabu dengan berat 0,05 gram, dia biasanya menjual seharga Rp 100 ribu. Sementara untuk sabu 0,35 gram, dia jual dengan harga Rp 150 ribu.

Modus penjualan sabu, dilakukan Ardi dengan mendatangi lokasi-lokasi party di Gili Trawangan. Kepada wisatawan, dia lantas menawarkan sabu yang ia jual. Jika sepakat dengan harga yang ditawarkan, maka transaksi jual beli sabu langsung dilakukan saat itu juga.

a�?Cara jualnya seperti itu, datang ke lokasi party, ditawarkan ke wisatawan asing dan lokal,a�? terang dia.

Atas perbuatan yang dilakukannya, pria 24 tahun ini terancam pidana penjara paling lama 20 tahun. Hukuman itu sesuai sangkaan polisi kepadanya di Pasal 114 ayat 1 dan 2, Pasal ayat 1 dan 2, Pasal 111 ayat 1 huruf a, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka