Ketik disini

Giri Menang

Tak Layak Dikonsumsi, Warga Sesela Kembalikan Beras Rakyat Miskin ke Bulog

Bagikan

GIRI MENANGA�– Sejumlah warga di Lombok Barat dikabarkan telah mengembalikan beras sejahtera (Rastra) alias Raskin karena kualitasnya yang buruk. Mereka menolak dan menganggap kualitas Rastra yang didistribusikan bulan ini tidak layak konsumsi.

Sebagai bentuk protes, warga kompak mengembalikan bantuan pemerintah itu ke Bulog selaku pihak distributor.

Kepala Dusun Barat Kubur, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari Taufik mengatakan warganya sangat kecewa. Karena itu, mereka menolak mentah-mentah Rastra tersebut. “Kami semua menolak,a�? tegasnya, kemarin (18/5).

Menurut dia, pihaknya sudah berkoodinasi dengan pemerintah desa bahkan Bulog terkait dengan masalah ini. Hasilnya, mereka dijanjikan akan dikirim beras pengganti. Hanya saja sampai saat ini beras pengganti tersebut tak kunjung sampai.

Dari informasi yang diterima, kata Taufik, selain Dusun Barat Kubur, di Desa Sesela, warga Dusun Kebon Lauk juga menolak Rastra bulan ini. Meskipun ada sebagian warga yang terpaksa menerima.

Menurut Taufik, kualitas Rastra bulan ini lebih tepat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Dari pada dikonsumsi oleh masyarakat. a�?Tolong manusiakan manusia,a�? sindirnya.

Di Dusun Barat Kubur, pendistribusian kali ini jumlah penerima bantuan Rastra bertambah. Jika dulunya sekitar 2 ton, bertambah menjadi 5,2 ton. Jumlah penerima 381 KK.

Ia mempertanyakan komitmen pemerintah yang mengawal pendistribusian Rastra. Ia menuding pemerintah tak serius. “Kalau bisa kami memohon agar aparat TNI turun tangan menangani persoalan ini,” pintanya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat Hj Nurul Adha menilai, pengawasan pemerintah memang patut dipertanyakan. Karena, itulah yang membuat buruknya kualitas Rastra yang didistribusikan ke masyarakat.

Ia meminta pihak terkait segera memperbaiki persoalan ini. Agar masyarakat miskin tidak jadi korban.

Selain pemerintah, Politisi PKS ini juga berharap pihak Bulog serius mengawasi Rastra sampai di titik pendistribusian.

Kata Nurul, persoalan Rastra dengan kualitas kurang bagus ini, merata di beberapa kecamatan. “Selama kami turun (reses) ke masyarakat, yang dikeluhkan ya tentang jeleknya kualitas Rastra. Ini harus segera direspons oleh pemda,” pintanya.

Tak hanya kualitas, data penerima bantuan juga perlu diperhatikan. Sehingga kejadian seperti yang dilakukan masyarakat Dasan Geres Barat, Gerung (Demonstrasi) tidak terulang.

“Pemerintah harus memiliki data yang kuat serta akurat jika menyangkut bantuan ke masyarakat. Karena apabila tak valid sering kali salah sasaran,” ungkapnya.

Nurul juga tidak ingin persoalan yang sama kembali terjadi pada bantuan masyarakat miskin lainnya. Seperti BPJS Kesehatan. Sebab, fakta di lapangan, sejauh ini pelayanan kesehatan sering kali dikeluhkan. Banyak masyarakat miskin justru tidak tercover atau bahkan diberikan BPJS Mandiri yang harus bayar premi perbulan. Bukan ditanggung oleh pemerintah.

“Persoalan ini juga harus dituntaskan. Pemda perlu memanggil (BPJS) untuk minta klarifikasi,a�? tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka