Ketik disini

Metropolis

Jelang Bulan Puasa Harga Sembako Mulai Naik

Bagikan

MATARAMA�– Jelang Ramadan, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Pantauan Lombok Post di Pasar Pagesangan mendapati kondisi kenaikan yang cukup merata pada berbagai jenis barang.

“Iya mulai naik, ini karena mau puasa,a�? kata Salamah, salah seorang pedagang aneka sayur mayor di Pasar Kebon Roek.

Kendati demikian, ia mengatakan kenaikan tak terlalu signifikan. Hal itu diyakininya terjadi karena gejolak yang masih terbilang wajar. a�?Nanti kalau mau lebaran itu baru naiknya tinggi,a�? sambungnya.

Kadis Perdagangan Kota Mataram L Alwan Basri tak menampik kondisi tersebut. Dia membenarkan adanya kenaikan harga.

Namun menurut Alwan, hal itu masih dalam taraf normal. Dia lantas mencontohkan kenaikan harga telur yang semula Rp 1.000 perbutir kini maksimal di kisaran Rp 1.200.

“Itu contohnya, masih sangat kecil, yang lain juga begitu,a�? ujarnya.

Dia tak khawatir lantaran data yang dipegangnya menunjukkan stok untuk Mataram aman hingga enam bulan ke depan. Artinya hingga jelang tutup tahun sekali pun, sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lantas bagaimana dengan potensi penimbunan dan permainan harga yang mungkin saja dilakukan oknum nakal yang mencari keuntungan?

Terkait itu, Alwan meyakini pengawasan tahun ini akan lebih baik. Itu didasari pelibatan aktif pihak kepolisian dalam mengawasi kondisi. “Sesuai arahan pusat, polres sampai polsek terlibat,a�? ujarnya.

Dua hal yang diantisipasi adalah lonjakan harga dan kelangkaan stok. Dua hal yang berkaitan itu seharusnya bisa dihindari jika mengacu data stok yang ada.

Dikomparasi dengan kebutuhan warga Mataram, ia meyakini tak ada kenaikan yang signifikan jika semua berjalan lancar. a�?Nah kalau ada kemungkinan permainan, di situ polisi turun,a�? imbuhnya.

Untuk itu ia mengingatkan para pedagang hingga distributor di Mataram untuk tak coba bermain api. Di lain pihak, Alwan mengingatkan masyarakat untuk cerdas dalam berbelanja.

Menurutnya, yang harus diingat dalam membeli kebutuhan adalah benar-benar berdasar kebutuhan, bukan semata kemauan. Dengan demikian tak akan ada lonjakan permintaan yang juga bisa menaikkan harga. a�?Beli itu karena perlu, bukan karena nafsu,a�? imbuhnya.

Antisipasi tambahan yang juga dilakukan adalah dengan menggelar bazar-bazar di banyak titik selama Ramadan. Bazaar atau pasar murah itu lanjutnya terbukti bisa memotong rantai distribusi, dengan mendekatkan langsung pembeli dan penjual, harga yang diperoleh lebih murah.

“Jika semua skema itu berjalan, saya yakin kita akan aman,a�? jawabnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memerintahkan semua OPD melakukan tugasnya masing-masing terkait Ramadan. Selain OPD khusus yang melakukan penindakan, OPD semisal Perdagangan juga memainkan peranan penting selama puasa.

“Ya, saya minta semua OPD berjalan sesuai tugasnya untuk memastikan semua baik dan lancer,a�? pesannya singkat. (yuk/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka