Ketik disini

Headline Metropolis

6.000 Buku Perpus Daerah NTB Dibawa Kabur Pengunjung

Bagikan

MATARAM-Nasib buku-buku perpustakaan daerah NTB memperihatinkan. Karena satu per satu koleksi buku dibawa kabur. Dalam kurun waktu tiga tahun ribuan buku tidak dikembalikan para peminjam. Ulah peminjam yang tidak bertanggungjawab ini tentu merugikan.

 

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah NTB H Lalu Saswadi mengatakan, koleksi buku di Perpustakaan Daerah NTB cukup banyak. Tapi karena ada sistem perubahan sanksi, maka sejak tahun 2014, 2015, dan 2016 sebanyak 6.000 buah buku koleksi perpustakaan belum dikembalikan para peminjam. Ini karena ada aturan baru tidak boleh ada denda uang kepada para peminjam, a�?Itu catatan kita terakhir,a�? kata Saswadi saat peringatan hari perpustakaan, kemarin (19/5).

 

Menurutnya, hal itu disebabkan adanya perubahan aturan. Di mana sebelumnya jika tidak mengembalikan buku maka akan didenda dengan uang. Sementara saat ini sudah dihapus dan diganti tidak boleh memperpanjang pinjaman. a�?Teman-teman sekarang, karena sudah selesai (kuliah), tidak mengembalikan buku juga tidak ada pengaruhnya,a�? kata Saswadi.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Disamping pengadaan buku baru, maka langkah yang akan dilakukan selanjutnya adalah pengadaan buku dalam bentuk elektronik. Selain itu ke depan juga akan didata secara keseluruhan berapa orang yang memanfaatkan perpustakaan di NTB. Baik di perpustakaan daerah, kantor, perpustakaan keliling hingga perpustakaan desa. Sehingga bisa diketahui jumlah warga NTB yang memanfaatkan perpustakaan.

 

Jumlah pengunjung tahun 2016 sebanyak 959.530 orang, peminjam 65.227 orang. Sedangkan jenis buku yang dipinjamkan rata-rata tahun 2016 fiksi 118 jenis, non fiksi 12.290 jenis.

 

Dalam rangka peringatan hari buku, pihaknya mengadakan gerak jalan sehat berkeliling di jalan utama Kota Mataram. Saswadi mengatakan, gerak jalan santai dilakukan dalam rangka memperingati hari perpustakaan yang ke-27 pada 17 Mei dan hari arsip nasional yang ke-46 tanggal 18 mei. Dua hari ini di pusat masih dipisah, tetapi di NTB sudah digabung.

 

Kegiatan jalan sehat tersebut merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Beberapa kegiatan dimulai dengan lomba perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, lomba bercerita anak TK, lomba kepustakawanan. Kemudian Senin mendatang akan dilakukan pembagian hadiah sekaligus workshop kepada tenaga kepustakawanan, baik kabupaten/kota dan provinsi, juga petugas perpustakaan di masing-masing OPD Provinsi NTB.

 

Pesan yang ingin disampaikan adalah perpustakaan sebagai pembawa perubahan, karena itu ia memohon kepada semua pihak yang bergerak di kepustakaan di mana saja bertugas untuk sama-sama menggerakkan kegiatan membaca. a�?Karena membaca adalah wadah utama untuk bisa mengangkat derajat bangsa Indonesia itu sendiri,a�? katanya.

 

Untuk mendukung gerakan membaca itu, maka salah satu caranya adalah dengan meningkatkan pelayanan perpustakaan. SOP untuk pembuatan kartu perpustakaan adalah tiga menit harus jadi. Kemudian perpustakaan keliling akan semakin diaktifkan. Karena banyak tempat yang belum bisa dijangkau oleh perpustakaan kantor. Sehingga harus jemput bola dengan perpustakaan keliling. a�?Karena itu ke depan harus juga dimaksimalkan perpustakaan desa, paling tidak dia mampu melayani anak-anak SD dan TK,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka