Ketik disini

Metropolis

Ini Lima Tuntutan Anak-anak NTB Kepada Pemerintah

Bagikan

MATARAM-Puluhan anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak NTB mendatangi kantor Gubernur NTB, kemarin (19/5). Dengan mengenakan pakaian tradisional, anak-anak itu berkumpul di ruang rapat utama gubernur dan membawa lima butir rekomendasi untuk Pemprov NTB.

 

Sebelum dialog dimulai, tarian selamat datang dipersembahkan oleh anak berkebutuhan khusus (tunarungu). Mereka merupakan wakil dari Forum Anak Kabupaten Lombok Timur.

Kartika Sari, perwakilan suara anak NTB menyampaikan lima rekomendasi. Diantaranya, meminta kepada pemprov untuk meningkatkan perlindungan anak dari kekerasan, pembedaan, dan eksploitasi anak. Meminta pemerintah melengkapi fasilisitas kesehatan, pemerataan kualitas pendidikan, dan memberi banyak kawasan ramah anak di setiap daerah. Mereka juga menginginkan pemerintah melibatkan anak dalam Musrenbang di setiap kabupaten/kota.

Selain itu, anak-anak tersebut juga meminta agar pemerintah menjamin hak anak berkebutuhan khusus untuk menempuh pendidikan lebih tinggi setelah lulus SMA. Selain itu menjamin agar mereka juga diterima lapangan pekerjaan. a�?Kami anak NTB menginginkan agar suara anak NTB tidak hanya didengar tetapi juga dilaksanakan,a�? harap Kartika Sari.

Baca Juga :A�

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin yang menemui anak-anak tersebut mengatakan, anak-anak adalah generasi penerus untuk negara dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, negara dengan seperangkat kebijakannya berusaha untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Ia merasa bangga dengan anak-anak yang hadir dengan menggunakan pakaian adat. Karena pakaian adat adalah kekayaan daerah yang harus terus dijaga. a�?Kami ingin anak-anak Indonesia memiliki intelektual yang tinggi untuk dapat mengelola SDA Indonesia yang sangat berlimpah,a�? harapnya.

 

Kepada anak-anak berkebutuhan khusus, mereka diharapkan tetap semangat berkompetisi. Jangan takut bersaing dengan anak-anak lainnya. Jangan jadikan kekurangan sebagai hambatan untuk mencapai cita-cita. Menurutnya, anak-anak harus terus berkompetisi, karena sejak dalam kandungan kita sudah berkompetisi hingga lahir ke dunia ini. a�?Tidak perlu berkecil hati walaupun lahir dengan kekurangan, karena kita lahir sebagai pemenang,a�? kata Ami.

 

Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Ir Hartina mengatakan, dialogA� diikuti anak-anak SMP dan SMA dan menggunakan pakaian adat dari masing-masing kabupaten/kota. Dialog kali ini mendapatkan animo yang luar biasa. Karena yang targetkan 30 orang namun yang datang lebih dari itu. Anak-anak yang hadir ini selanjutnya akan dipilih 10 orang untuk menjadi wakil pada acara forum anak nasional tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Provinsi Riau. (ili/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka