Ketik disini

Selong

Bazda Lotim Sepakat Danai Pembangunan Rumah Sakit Islam Kita

Bagikan

SELONG-Rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk bangunan rumah sakit menggunakan dana Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) sudah final. Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit yang diberi nama Rumah Sakit Islam Kita ini rencananya sudah mulai dilakukan 1 Ramadan atau 27 Mei mendatang. Nantinya, rumah sakit ini akan dibangun di wilayah Labuhan haji.

a�?Pasti jadi, rencana 1 Ramadan ini akan peletakan batu pertama. Itu anggaran keseluruha Rp 30 miliar, tapi bertahap. Untuk Bazda nanti dianggarkan sekitar Rp 15 miliar,a�? beber Sekda Lotim H Rohman Farly.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Nantinya, keberadaan rumah sakit ini akan dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Kita atau yang disingkat YARSIK. Sehingga, rumah sakit yang akan dibangun menggunakan dana Bazda ini bukanlah milik pemerintah melainkan milik yayasan.

Disinggung mengenai Yayasan ini, Sekda mengaku ini adalah yayasan milik umat bukan perseorangan. Dimana dalam struktur kepengurusannya kemungkinan dikatakan Rohman diketuai oleh Asisten I Setda Lotim M Juaini Taufik. Untuk mewujudkan berdirinya Rumah Sakit Islam Kita ini, Pemda Lotim akan menghibahkan lahan seluas satu hektare di wilayah Labuhan Haji. a�?Sementara uang untuk membangunnya nanti berasal dari dana Bazda Lotim dibantu donator-donatur yang tidak mengikat,a�? terang Rohman.

Ketika ditanya siapa saja yang terlibat dalam kepengurusan yayasan Rohman mengaku belum mengetahui pasti. Karena ia belum melihat SK-nya siapa saja yang terdapat di kepengurusannya. Terkait pro kontra yang terjadi di masyarakat terkait adanya kebijakan pemerintah untuk menggunakan dana Bazda membangun rumah sakit, Rohman mengaku semua sudah sesuai regulasi.

a�?Dari regulasi kami sudah konsultasikan ke Baznas dan semua yang terkait memang boleh digunakan,a�? akunya.

a�?Rumah sakit ini nantinya dihajatkan bagi semua kalangan. Kehadiran rumah sakit ini sebagai alternatif yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin duafa maupun kalangan umum,a�? jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Lotim mempertanyakan keinginan Pemkab Lotim dalam hal ini Bupati ingin membangun Rumah Sakit Islam. Ketua Komisi IV DPRD Lotim meminta Pemkab mengkaji untung ruginya. a�?Apa urgensinya? Jangan pikirkan untuk kepentingan bisnis. Karena ini kan menggunakan Bazda,a�? kata Ketua Komis IV DPRD Lotim H Lalu Hasan Rahman.

Saat ini, dikatakannya banyak kaum dhuafa dan kaum miskin di Lotim yang lebih membutuhkan. Kondisi ekonomi Lotim maupun nasional secara keseluruhan juga tidak dalam kondisi baik. Terbukti, angka kemiskinan Lotim menurut A�Badan Pusat Statisti meningkat dari angka 19,00 menjadi 19,14.Sehingga masyarakat dikatakannya lebih membutuhkan sentuhan langsung dari pemerintah.

a�?Kebijakan pemerintah daerah jangan lihat monumental. Harus disertai kajian pembangunan manusia,a�? ucapnya.

Sehingga ia menegaskan, membangun rumah sakit itu bukanlah solusi. Tapi bagaimana menyehatkan masyarakat baik fisik maupun mental.

a�?Lihat itu, Puskesmas Masbagik magkrak miliaran rupiah. Kenapa nggak itu saja yang dijadikan rumah sakit islam?a�? tanyanya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags: