Ketik disini

Giri Menang

Pedagang Tuak Disidang di Polres Lobar

Bagikan

GIRI MENANGA�– Jika biasanya sidang pidana ringan berupa penjualan minuman beralkohol (minol) tradisional (tuak) dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Itu tak lagi. Polres Lobar kembali berinoviasi dengan melakukan sidang minol di mapolres setempat.

Kemarin (22/5), Polres Lobar menggelar sidang untuk enam terdakwa penjual minol hasil Operasi Pekat beberapa hari lalu. Sama seperti persidangan di PN Mataram, beberapa unsur persidangan seperti hakim, panitera, jaksa penuntut umum, juru sumpah, saksi, dan terdakwa, serta barang bukti dihadirkan saat persidangan berlangsung.

Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Para terdakwa dijerat Pasal 44 Perda Nomor 1 Tahun 2015 tetang Pemberantasan Minuman Berakohol.

Keenam terdakwa dikenakan hukuman denda Rp 500 ribu. Apabila dalam waktu satu minggu tidak membayar denda tersebut, maka akan dikenakan pidana kurungan selama satu bulan.

Hakim Ranto Indra Kartha menyatakan ini baru pertama kali sidang di Mapolres Lobar digelar. Kendati demikian, tak ada kendala, bahkan lebih efektif dan hemat waktu. “Yang penting ada terdakwa, ada saksi, dan ada barang bukti kita sidang. Kita juga ada MoU dengan Polres,a�? imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Lobar melalui Kasatreskrim Joko Tamtomo mengakui sidang dilakukan karena ada MoU antara Polres Lobar dengan PN Mataram. Dari MoU itu, PN Mataram memberikan rekomendasi bahwa Polres Lobar diizinkan menggelar sidang di mapolres setempat.

Tujuannya, agar lebih hemat dan mempercepat proses persidangan.A� Karena seperti diketahui di PN Mataram menangani perkara di tiga kabupaten sekaligus, yakni Lobar, Mataram, dan KLU.

Pada sidang kemarin, hanya dilangsungkan lima kasus. Semuanya merupakan kasus tindak pidana ringan. Dari total 31 kasus hasil operasi pekat beberapa waktu lalu. Sisanya baru akan disidang, Rabu (24/5) besok. a�?Kita baru mencoba (sidang) untuk peredaran miras,a�? tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka