Ketik disini

Headline Praya

Sejumlah Madrasah di Lombok Tengah Diduga Lakukan Pungli

Bagikan

PRAYA-Lembaga Swadaya Masyarakat NTB Watch merilis temuan dugaan pungutan liar (pungli) di beberapa sekolah, di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng). Barang bukti dugaan pungli itu pun, dalam waktu dekat akan diserahkan ke satgas saber pungli.

a�?Temuan sementara, ada tiga MTs negeri yang diduga melakukan pungli,a�? kata pimpinan NTB Watch Selamat Riadi, Sabtu (20/5) kemarin sembari menunjukkan uang pecahan Rp 100 ribu dan kertas rincian besaran uang dugaan pungli.

Lebih lanjut, kata Riadi nama-nama MTs yang bersangkutan, akan dibeberkan dihadapan satgas saber pungli. Harapannya, mereka turun tangan menyikapi.

a�?Kami berharap, ini menjadi pelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya. Termasuk, dilingkup Dinas Pendidikan,a�? ujarnya.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Berasan dugaan punglinya, beber Riadi terendah Rp 250 ribu per siswa dan tertinggi Rp 750 ribu per siswa. Dana itu digunakan untuk kepentingan acara perpisahan sekolah, ramah tamah wali murid, baju wisuda siswa dan acara lain-lain.

a�?Seperti itu kondisinya,a�? katanya.

Menanggapi hal itu, pengawas madrasah Kemenag Loteng Lalu Agung Pambudi menegaskan, akan menindaklanjuti temuan NTB Watch. Bagi Agung menyebut pihaknya akan memberi sanksi jika terbukti ada sekolah yang melakukan pungli. Kecuali, atas persetujuan kedua belah pihak, antara sekolah dengan wali murid.

a�?Selama tidak memberatkan, tidak menentukan berapa besaran biaya dan waktu dan atau atas kesepakatan bersama, maka tidak masalah,a�? ujarnya.

Kendati demikian, kata Agung untuk mengetahuinya, tim pengawas akan turun. Bila perlu menyisir seluruh sekolah. a�?Terima kasih atas masukan dan pengawasan yang diberikan. Ini demi kebaikan kita bersama,a�? katanya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Loteng Hambali Asyrofi meminta, agar seluruh lembaga pendidikan di lingkup Kemenag bersama-sama memerangi pungli. Bukan sebaliknya, memelihara. Karena, bagaimana pun pungli melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

a�?Saya yakin, para pimpinan lembaga pendidikan lebih paham dengan aturan tersebut. Kalau ada aturan tegas, maka jangan sekali-kali melanggar,a�? pesan Hambali.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags: