Ketik disini

Kriminal

Simpan Narkoba, Bripka Yohan Ahirnya Dipecat

Bagikan

MATARAM–Yohantoro Arif, anggota Satsabhara Polres Lombok Tengah (Loteng) akhirnya dipecat dari kesatuannya. Pria dengan pangkat terakhir Bripka ini, dipecat dalam upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) di Mapolda NTB, kemarin (22/5).

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, institusi kepolisian sangat tegas menindak setiap anggota yang melakukan pelanggaran. Khususnya bagi anggota Polri yag terlibat dan melibatkan diri terhadap penyalahgunaan narkotika.

a�?Aturannya sangat jelas tentang itu, ada sanksi tegas bagi polisi yang narkoba,a�? tegas Firli, kemarin.

Menurut Firli, dia ingin Polda NTB dan polres jajaran yang ia pimpin, bersih dari narkotika. Karena itu, PTDH yang dilakukan terhadap Yohantoro Arif, bisa menjadi pelajaran bagi seluruh anggota polisi di bawah Polda NTB.

a�?Saya harus tegas, Kapolri sudah mengatakan anggota yang terlibat terhadap narkoba harus ditindak tegas,a�? kata dia.

Dengan dipecatnya Yohan, dia berharap membawa perubahan kepada yang bersangkutan.

a�?Saya berharap dia hijrah dari pengedar dan menjadi warga negara yang baik,a�? sambung Kapolda.

Lebih lanjut, Yohan terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. Selama berdinas di kepolisian, dia telah dua kali melakukan pelanggaran yang sama, yakni kepemilikan narkotika.

Kasus pertamanya, terjadi pada 2015 silam. Dari kasus tersebut, Yohan sempat menjalani hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan.

Namun, bukannya jera, setelah keluar dari penjara Yohan kembali ditangkap. Mantan anggota Satsabhara Polres Loteng ini diciduk tim opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB pada awal Mei.

Dari penangkapan itu, polisi mendapati barang bukti narkotika jenis sabu. Yohan kedapatan memiliki 19,01 gram sabu yang ditemukan polisi di kediamannya di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Loteng. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka