Ketik disini

Metropolis

Harga Bawang Putih Meroket

Bagikan

MATARAM-Bulan puasa tinggal menyisakan beberapa hari lagi. Harga kebutuhan pokok di pasar-pasar terpantau masih relatif aman. Bahkan ada beberapa komoditi yang disebutkan harganya turun.

a�?Seperti bawang putih impor turun Rp 1.000, kalau bawang merah masih murah, sekitar Rp 20 ribu,a�? kata Kepala Pasar Mandalika Ismail.

Namun khusus untuk bawang putih, baik jenis impor dan lokal, harganya masih melambung jauh di atas ketetapan yang telah dibuat pemerintah pusat. Sebelumnya, pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan untuk menghargai Harga Ecerean Tertinggi (HET) yakni Rp 38 ribu.

a�?Mungkin setelah ini (persiapan jelang masuknya bulan Ramadan) bisa turun,a�? duganya.

Ia mengaku sudah mendengar adanya aturan terkait harga tertingggi untuk komoditi jenis bawang putih. Tetapi khusus untuk bawang putih lokal, Ismail mengaku ragu harganya bisa turun sesuai HET.

“Kalau yang lokal sulit, tapi kalau impor mungkin bisa,a�? terangnya.

Sejauh pantauannya, belum ada reaksi dari para pelaku pasar, baik itu pembeli dan penjual jelang tibanya bulan puasa. harga-harga yang ada dinilai masih relatif wajar. “Naik harga biasanya jelang H-2 dan H-1,a�? perkiraannya.

Tetapi, tak menutup kemungkinan, lanjut dia, harga kebutuhan pokok, tidak ada yang naik signifikan. Dengan catatan masyarakat tidak latah, membeli kebutuhan pokok di atas kebutuhan riilnya.

“Banyak pembeli yang belanja borong-borong banyak, itu yang membuat permintaan tinggi lalu naik harga-harga,a�? ujarnya.

Ismail juga optimis, sepanjang bulan puasa ini, kebutuhan barang lainnya bisa tetap aman. Apalagi stok di pasar mandalika, khususnya untuk bahan pokok, hasil pantauan kemarin bersama Dinas Perdagangan, disebutkan masih tersedia untuk satu bulan ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri, menjanjikan siap untuk mengikuti ketetapan dari pemerintah pusat dalam mengendalikan harga bawang putih sesuai HET. a�?Karena ini sudah kebijakan, nanti kita sesuaikan di daerah sesuai harga itu,a�? kata Alwan.

Saat ini, menurutnya yang terpenting adalah berbagai kebutuhan pokok harus aman di pasar. Tidak terjadi lonjakan harga yang melebihi kemampuan daya beli masyarakat. a�?Intinya jangan sampai ada yang nimbun saja,a�? cetusnya.

Jika ini sudah bisa dipastikan aman, barulah pihaknya akan mengawasi harga di pasar. Bagaimana agar komoditi sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah pusat. “Nanti ada satgas pangan, kepolisian dan TNI juga yang awasi,a�? tandasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Prijono menyebutkan, evaluasi atas inflasi jelang bulan Ramadan, bisa dilakukan pada awal bulan Juni nanti. Tetapi, jika melihat data inflasi pada bulan April 2016, khusus Kota Mataram justru surplus barang sehingga mendorong terjadinya deflasi.

“Betul, April Mataram deflasi 0,06 persen,a�? tulis Prijono melalui pesan singkat.

Artinya surpulus barang ini setidaknya mendorong pemenuhan permintaan tinggi di awal bulan Ramadan. Sehingga lonjakan harga barang tidak akan terlalu tinggi. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka