Ketik disini

Headline Kriminal

Hari Ini Polisi Periksa Bupati Dompu

Bagikan

MATARAM-Penyidik tindak pidana korupsi kembali memanggil Bupati Dompu Bambang M Yasin. Pemanggilan yang kali kedua ini, dijadwalkan penyidik pada hari ini. Rencananya, Bambang akan diperiksa sebagai tersangka untuk kasus dugaan penyimpangan dalam proses perekrutan CPNS K2 Dompu.

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kedua kepada yang bersangkutan. Ini menindaklanjuti tidak hadirnya Bupati Dompu dalam pemanggilan pertama, pada pekan lalu.

a�?Sudah kita panggil. Kalau memang tidak hadir satu kali, ya kita panggil untuk kali kedua,a�? kata Firli, kemarin (23/5).

Meski tidak hadir di panggilan pertama, Kapolda rupanya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Kata dia, setiap terperiksa bisa untuk tidak memenuhi panggilan penyidik jika disertai dengan alasan yang kuat.

a�?Yang pertama kan sakit, ada surat dari dokter, jadi boleh saja tidak hadir,a�? jelas dia.

Dikonfirmasi terkait pemanggilan kedua yang dijadwalkan hari ini, Kapolda mengaku tidak tahu persis. Mantan Wakapolda Jawa Tengah ini mengatakan, untuk hal teknis seperti itu, menjadi urusan dari penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB.

Meski demikian, Kapolda menginginkan agar Bupati Dompu memenuhi undangan penyidik. Menurut pemanggilan tersebut menjadi hak bagi warga negara yang menjadi tersangka untuk menyampaikan keterangan, terkait apa yang dialami, didengar, dan dilakukan ketika kasus yang dituduhkan itu bergulir.

a�?Kalau memanggil tentu ingin mereka datang,a�? ujarnya.

Bagaimana dengan jumlah tersangka, apakah baru Bupati Dompu saja yang ditetapkan sebagi tersangka? Disinggung hal ini, Kapolda hanya menjawab secara normatif. Kata dia, perkembangan penyidikan yang akan menentukan apakah ada tersangka lain selain Bupati.

a�?Jadi bukan satu atau dua tersangka saat ini, tapi nanti perkembangan dari penyidikan,a�? tegas dia.

Terlepas dari itu, Firli meminta seluruh masyarakat bisa menghormati proses hukum yang tengah dilakukan Polda NTB. Dia juga berharap proses hukum yang sedang bergulir ini tidak dicampuri dengan proses politik.

a�?Kita ikuti ini sampai ada putusan hukum yang tetap dan harus selalu ingat mengenai asas praduga tak bersalah. Jadi setiap orang yang diperiksa sebagai tersangka, kita perlakukan seperti tidak bersalah, sampai ada putusan tetap,a�? kata Kapolda.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka