Ketik disini

Sumbawa

Kejari Sumbawa Geledah Kantor dan Rumah Kades Pamanto

Bagikan

SUMBAWAA�– Kejaksaan Negeri Sumbawa menyita 50 dokumen terkait kasus dugaan penyimpangan Dana Desa Pamanto, Kecamatan Empang. Dokumen ini disita dalam penggeledahan yang dilakukan di kantor dan rumah kepala desa Pamanto, Selasa (23/5).

Dalam penggeledahan ini, Kejaksaan Negeri Sumbawa menurunkan enam orang tim. Dalam penggeledahan ini, Kasi Pidsus Anak Agung Raka PD dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa Erwin Indrapraja turun langsung ke lapangan. Awalnya mereka mendatangi kantor Desa Pamanto untuk menggeledah isi kantor tersebut.

Kedatangan para penyidik kejaksaan tersebut mengejutkan para staf di kantor Desa Pamanto. Karena memang penggeledahan tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sejumlah berkas atau dokumen penting disita dan diamankan guna kepentingan penyidikan.

Baca juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Jaksa penyidik juga membongkar isi ruangan Kades Pamanto Jayalana Maula yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan menyita semua dokumen-dokumen penting. Jaksa penyidik juga menginterogasi sejumlah staf kantor desa untuk mencari informasi tambahan. Dalam penggeledahan ini, sekitar 35 dokumen disita.

Setelah sekitar dua jam di kantor Desa Pamanto, tim jaksa penyidik kemudian bergeser ke rumah pribadi Jayalana. Letaknya sekitar 500 meter dari kantor desa. Saat tim tiba di rumah Jayalana, tidak ada seorang pun berada rumah. Karena istri dan anak Jayalana masih berada di luar Kecamatan Empang.

Akhirnya tim jaksa penyidik menunggu. Sekitar pukul 15.30 Wita, pemilik rumah tiba di kediamannya yang terletak di RT 01 RW 03 Dusun Sampar Layang itu. Sebelum menggeledah rumah kades, tim jaksa penyidik memperlihatkan surat perintah penggeledahan dan surat izin penggeledahan dari Pengadilan Negeri Sumbawa. Setelah itu, penggeledahan dilakukan. Semua dokumen yang ada terkait kasus itu disita. Tim juga memeriksa karung sampah yang ada di rumah itu untuk mencari barang bukti. Hasilnya, sebanyak 15 dokumen berhasil disita.

Proses penggeledahan ini juga disaksikan Camat Empang Abdul Haris dan sejumlah stafnya.

Kajari Sumbawa Paryono yang dikonfirmasi mengatakan, penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan. Tujuannya untuk mengumpulkan barang bukti dan memperkuat alat bukti yang sudah ada. Kajari mengakui telah memerintahkan timnya untuk melakukan penggeledahan. Disamping itu juga untuk melacak aset yang ada di rumah tersangka.

”Barang bukti yang didapatkan akan digunakan untuk memeriksa saksi-saksi. Setelah pemeriksaan saksi barulah memeriksa kembali tersangka,” ujar Paryono.

Menurutnya, jika diperlukan pemeriksaan auditor maka akan menggunakan BPK. Berdasarkan penyidikan, diduga kuat sebagian besar kegiatan di Desa Pamanto fiktif.

Terkait penggeledahan ini, Camat Empang Abdul Haris berpendapat bahwa tidak ada persoalan di tengah masyarakat. Hal ini harus dijadikan pelajaran bagi para kepala desa lain di Desa lain se-Kecamatam Empang.

”Supaya para kades lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan desanya,” katanya.

Disinggung mengenai pelaksana Kades Pamanto, menurut Haris sudah diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Masa jabatan pelaksana kades tersebut akan berlaku saat berakhirnya masa jabatan kades. Sesuai SK, akhir masa jabatan Kades Pamanto yakni 30 Mei 2017. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags: