Ketik disini

Pendidikan

Wacana Delapan Jam Belajar Bagi Sekolah di Mataram Masih Jadi Polemik

Bagikan

MATARAM-Wacana delapan jam belajar di sekolah menuai pro kontra sekolah di NTB. SMPN 7 Mataram misalnya. Sekolah yang berlokasi di Pagutan Mataram ini menilai delapan jam belajar ini akan merepotkan siswa untuk makan siang. a�?Ini nanti akan merepotkan pas makan siang siswa,a�? kata Kepala SMPN 7 Mataram H Sibawaih, kemarin (22/5).

Orang tua yang akan membawakan bekal ke sekolah bukan hal mudah. Apalagi jika jarak tempuh ske sekolah cukup jauh. Tidak mungkin orang tua akan membawakan bekal kepada anaknya pada siang hari jika jaraknya cukup jauh. a�?Ini mungkin hanya berlaku pada anak yang mampu,a�? sebutnya.

Makan siang anak ini juga disiasi dengan membeli nasi di sekolah. Tapi ia mengatakan, tidak semua anak nantinya akan diberikan saku untuk membeli makan siang. Sementara sisi baiknya, dengan jam belajar ini maka guru tidak akan keluyuran lagi. Ia membeberkan, biasanya guru hanya datang mengajar pada saat jamnya. Jika tidak ada jam maka guru tidak akan ke sekolah.

 

Ia mencotohkan, jika jam mengajarnya pukul 11.00 Wita maka guru akan datang jam segitu. Bahkan banyak diantara guru yang kadang tidak memanfaatkan jam di sekolah untuk memeriksa tugas siswa dan sebagainya.

a�?Hanya beberapa guru tekun di sekolah, mereka benar-benar datang ke sekolah dengan penuh tanggungjawab. Ada bebearapa guru seperti itu di sini. Sebelum pukul 14.00 Wita ia tidak akan pulang,a�? cetusnya.

Dikatakan, dengan penerapan delapan jam belajar di sekolah maka guru akan dituntut tetap berada di sekolah. Mereka tidak hanya melaksanakan tugas belajar mengajar, melainkan juga bisa memberikan keterampilan kepada siswa sesuai dengan kemampuan dimiliki. a�?Siswa tidak hanya belajar namun juga mengembangkan bakatA� dimiliki,a�? kata dia.

Ia menambahkan, di SMPN 7 Mataram sendiri banyak sekali kegiatan ekskul. Jadi siswa bisa memilih kegiatan ini sesuai dengan minat dan bakat dimiliki. Ia mencotohkan, jika siswa hobi sepakbola maka bisa mengembangkan kemampuannya di sekolah, begiutu juga dengan hobi lainnya.

Sementara Kepala SMPN 1 Mataram Saptadi Akbar, delapan jam belajar di sekolah ini tidak serta bisa diterapkan di semua sekolah. Ia menuturkan, Mendikbud juga harus memikirkan sekolah yang saat ini menerapkan dua shift. a�?Harus ada solusi jika sekolah dobel shift menerapkan delapan jam belajar,a�? ucapnya.

Ia mengaku, delapan jam belajar di sekolah digagas Kemendikbud cukup baik, hanya saja perlu dilakukan secara bertahap. Sebab, ada sekolah yang masih membuka dobel shift. Sekarang ini yang terpenting tambah Akbar, bagaimana Mendikbud memberikan regulasi kepada sekolah yang sudah terlanjur membuka dobel shift dalam penerapan delapan jam belajar. a�?Ini yang akan kita tunggu,a�? sebutnya.(jay)

 

Komentar

Komentar

Tags: