Ketik disini

Kriminal

Kejari Mataram Segera Tetapkan Tersangka Kasus Gadai Emas Fiktif

Bagikan

MATARAM–Dua dugaan korupsi modus gadai fiktif di PT Pegadaian, kian terang benderang. Ini setelah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB merampungkan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) untuk perkara yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

Korwas Investigasi BPKP NTB Ngatno mengatakan, pihaknya melakukan audit PKKN untuk dua dugaan korupsi dari PT Pegadaian, yang ditangani Kejari Mataram dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Dari hasil kerja itu, tim baru merampungkan untuk kasus dari Kejari Mataram.

a�?Sudah kita serahkan ke penyidiknya,a�? kata dia.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Untuk kasus yang ditangani Kejati NTB, Ngatno mengatakan tim baru telah turun ke Dompu dan Bima. Selain dari BPKP, penyidik dari Kejati NTB turut serta membantu BPKP untuk melakukan penghitungan kerugian negara.

a�?Turunnya dengan jaksa juga, untuk membantu,a�? terangnya.

Sementara itu, Kasipidsus Kejari Mataram Andritama membenarkan jika pihaknya telah menerima audit PKKN dari BPKP NTB. Selanjutnya, laporan tersebut akan dijadikan landasan penyidik untuk menetapkan tersangka.

a�?Kita lapor dulu pimpinan untuk tindaklanjutnya seperti apa,a�? ujar Andri.

Berapa jumlah kerugian dalam kasus tersebut? Disinggung hal itu, Andri menolak untuk memberikan nominal angka kerugiannya. Yang pasti, dalam audit yang dilakukan BPKP terdapat kerugian negara yang ditimbulkan akibat gadai fiktif tersebut.

Hal yang sama dikatakan Andri ketika ditanyakan apakah sudah ada tersangka untuk kasus itu. Kata dia, untuk tersangka nanti akan dibuka jika penyidikan perkara telah mencapai final.

a�?Kerugian negaranya ada, tapi tunggu saja kalau semua sudah klir. Termasuk untuk tersangkanya juga,a�? kata dia.

Terpisah, Aspidsus Kejati NTB Ery Harahap mengatakan, penyidik telah mengetahui kerugian negara untuk kasus PT Pegadaian yang mereka tangani. Hanya saja, hasil perhitungan tersebut bukan berasal dari BPKP, melainkan dari perhitungan internal yang dilakukan PT Pegadaian.

a�?Kalau dari inspektorat pegadaian itu sudah sangat jelas,a�? kata dia.

Meski telah mengetahui jumlah kerugian negara, turunnya BPKP disebut Ery sebagai alat bukti dalam persidangan nanti. a�?Kita hanya memvalidasi saja. Jadi turunnya BPKP memang untuk kekuatan pembuktian,a�? terangnya.

Meski belum mendapat hasil PKKN, Ery mengaku telah mengantongi calon tersangka. Kata dia, pihak yang bertanggungjawab merupakan mantan kepala cabang di Dompu dan Bima, yakni dengan inisial RO.

a�?Modusnya sama, hanya berbeda kantor. Saat itu dia memang kepala cabangnya,a�? pungkas Ery.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags: