Ketik disini

Headline Kriminal

Selundupkan 1,8 Kg Sabu, BNN Periksa Dua Napi Lapas Mataram

Bagikan

MATARAM- Kasus penyelundupan narkoba jenis sabu dengan berat kotor 1,8 Kg dari Kalimantan Barat (Kalbar) ke Lombok, kini didalami BNN Pusat. Lima orang yang diduga terlibat, dua diantaranya merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, akan diberangkatkan ke Jakarta guna diperiksa.

Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto mengatakan, pengambilalihan penanganan perkara berdasarkan kejadian perkara yang terjadi di dua provinsi, yakni di Kalbar dan NTB. Sehingga ditarik oleh BNN Pusat.

a�?Ditangani pusat sementara ini,a�? kata Sukisto, kemarin (23/5).

Guna mendukung penangan oleh BNN Pusat, dua orang narapidana dan tiga kurir penerima sabu dari Kalbar, akan diperiksa di Jakarta. a�?Iya dibawa ke Jakarta,a�? sambung dia.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kata Sukisto, untuk kasus tersebut unsur pembuktian yang paling kuat dalam pidananya berada di NTB. Sebab, penerima dan barang bukti berupa narkotika jenis sabu, berhasil diungkap tim BNN gabungan bersama Lapas Mataram.

a�?Kalau di Kalbar masih belum kuat, jadi nanti akan dikembangkan (BNN) pusat,a�? terang dia.

Lebih lanjut, Sukisto menyebut, jaringan yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut masih merupakan jaringan nasional. Sebatas transaksi bandar narkotika antar provinsi.

Terkait dengan rencana tindak lanjut penanganan perkara di Jakarta, BNN Pusat telah menurunkan tim ke Mataram. Kata Sukisto, tim yang datang akan melakukan koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan. Ini terkait A�dua narapida yang akan dibawa ke Jakarta.

a�?Sedang dilakukan koordinasi, untuk meminjam napi dari Lapas Mataram. Karena mereka diduga sebagai pengendalinya,a�? kata Sukisto.

Sebelumnya, Jaringan narkotika antar provinsi yang melibatkan narapidana, berhasil dibongkar BNN NTB. Kerjasama yang melibatkan BNN Kalimantan Barat (Kalbar) dan petugas Lapas Mataram menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 1,8 Kg, akhir April kemarin.

Narkotika dalam jumlah banyak tersebut dikirimkan dari Kalbar menuju Lombok. Dilakukan salah seorang bandar di Kalbar yang ditujukan kepada jaringannya, yakni Burhanudin dan Abdul Hamid. Kedua orang itu diketahui tengah menjalani hukuman di Lapas Mataram.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka