Ketik disini

Metropolis

Ratusan Pejabat Kota Mataram Dimutasi

Bagikan

MATARAMA�– Pemeritah Kota Mataram, memaksimalkan mesin birokrasi. Dengan menggelar mutasi jilid III, pasca berlakunya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, berdasarkan PP 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Mutasi ini melibatkan 152 pejabat eselon III dan IV. Dengan rincian, 14 pejabat eselon III dan 138 pejabat eselon IV. Dari sekian nama, pejabat yang digeser dan dipromosikan, tidak ada nama H Muslim yang digeser.

Sebelumnya, nama Muslim gencar dipersoalkan. Karena jadi pelapor dalam kasus Baiq Nuril Maknun, sehingga terjerat kasus Undang-undnag ITE. Padahal banyak pihak menilai, termasuk aktivis perempuan, justru H Muslim-lah yang melakukan pelecehan seksual terlebih dahulu.

“Kita lakukan mutasi, berdasarkan rekam jejak, sudah ada lewat BKPSDM,a�? kata Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito, jelas Eko, sebelum mutasi.

Namun rekam jejak yang di maksud, rupanya tidak termasuk persoalan yang membelit salah satu pejabat di lingkup Pemkot Mataram yakni H Muslim. Eko menyebut persoalan ini tidak punya bukti konkrit. Sehingga, Pemkot merasa tidak perlu menanggapi secara berlebihan. “Ini kan masih katanya-katanya,a�? ujarnya.

Kasus H Muslim saat ini masih bergulir di pengadilan. Posisi H Muslim juga disebutkan sebagai pelapor. Karena itulah, tanpa bukti yang kuat, terutama yang bersifat tertulis menyebut H Muslim bersalah dan melanggar kode etik ASN, pihaknya tidak mungkin menjatuhkan hukuman.

a�?Jadi begini, setiap ASN yang memiliki kasus, ada mekanisme dan aturan jelas,a�? terangnya.

Pertimbangan diputuskan sanksi-sanksi administratif pada ASN, harus didasari pada acuan yang riil dan tertulis. Nyatanya sampai saat ini, lanjut Eko, belum ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap yang meyebut H Muslim bersalah.

“Mau pakai landasan apa? Kami dari baperjakat belum bisa memutuskan itu,a�? tegasnya.

Karena itu, dalam mutasi kemarin, tidak ada nama H Muslim masuk dalam gerbong pergeseran jabatan. Itu artinya, sampai saat ini H Muslim masih menempati Kabid Kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga, Kota Mataram.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, menyampaian secara normatif, jika pelantikan kali ini untuk memantapkan kerja birokrasi. Ia ingin, setelah mutasi ini, pemerintah bisa berlari kencang. Mengejar target pembangunan yang telah di canangkan pemerintah.

“Mari kita lihat ke depan, selesaikan target-target pembangunan jangka menengah dan panjang,a�? ajak Ahyar.

Ia meminta para pejabat bekerja maksimal. Memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintahan. Agar, hasil pembangunan segera bisa dirasakan nyata oleh masyrakat. a�?Saya minta kontribusi yang sangat besar dari saudara-saudara yang dilantik hari ini,a�? tegasnya.

Pelantikan kemarin, juga dimanfaatkan untuk mengukuhkan nomenklatur baru dalam pemerintahan. Ia mencontohkan, seperti adanya perbedaan nama dari Puskesmas Dasan Cermen, menjadi Puskesmas Babakan.

a�?Karena Puskesmas dibangun di Babakan, ya sekalian dikukuhkan menjadi Puskesmas Babakan,a�? tandasnya.

Beberapa nama yang mendapat promosi antara lain, H Turmuji yang sebelumnya Kepala Puskesmas Mataram, menjadi Sekretaris di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Kabid Sarpras Dispora Lalu Abdul Hamid, juga dapat promosi menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata. Sedangkan, Ida Waya Eka Putra Ekantara yang sebelumnya, Sekretaris Kecamatan Cakranegara, ditempatkan di posisi baru menjadi Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.A� (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka