Ketik disini

Headline Metropolis

Jamaah Naqsyabandiyah di Pagutan, Mataram Puasa Hari Ini

Bagikan

MATARAM-Warga jamaah Tarekat Naqsyabandiyah mulai melaksanakan ibadah puasa hari ini, Jumat (26/5). Tadi malam, jamaah ini pun sudah mulai salat tarawih berjamaah di masjid Kebun Lauq, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram. Ratusan jamaah Naqsyabandiyah melaksanakan ibadah dengan khidmat di masjid yang ada di dekat Pondok Pesantren Baiaturridhwan itu.

Suasana Salat Tarawih berjalan lancar dan khusyuk dengan delapan rakaat. Meski sebagian warga di lingkungan tersebut belum mengawali puasa, tapi tidak ada gangguan apapun. Warga yang tidak ikut Tarawih terlihat tenang di depan rumah masing-masing. Di kampung itu, toleransi antarwarga terjalin dengan baik.

Pimpinan Ponpes Baiaturridhwan Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah TGH Bayanul Arifin Akbar menjelaskan, dengan pelaksanaan tarawih Kamis malam, maka puasa akan mereka mulai jalani hari Jumat, karena mereka yakin bulan Ramadan sudah tiba.

Bayanul Arifin menjelaskan, penentuan hari pertama puasa Ramadan dalamA� Tarekat Naqsyabandiyah tidak ditentukan berdasarkan perhitungan hilal, tetapi berdasarkan keyakinan dan iman. Dimana perintah puasa sudah ada di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:A� a�?Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.a�? Ayat itulah yang menjadi dasar mereka berpuasa, dan ia berkeyakinan bahwa bulan Ramadan dimulai Jumat ini. Tanggal tersebut sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya.

a�?Berdasarkan keyakinan, besok puasa, kalau berdasarkan hitungan bisa salah bisa benar,a�? katanya.

Bagi Bayanul Arifin sebenarnya tidak ada warga yang saling dahulu-mendahului dalam ibadah puasa. Semua sama saja karena sama-sama yakin dalam menetapkan dimulainya Ramadan. Ia berharap, perbedaan itu bisa dijadikan pelajaran dan rahmat bagi semua umat, karena tidak boleh ada yang merasa paling benar dan menganggap yang lain salah. a�?Sebab yang maha benar hanya Allah,a�? katanya.

Perbedaan hari pertama puasa juga jangan sampai memecah belah umat Islam. Jangan mudah saling menghujat satu sama lain, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas ketika ada perbedaan. Menurut Bayanul Arifin, perbedaan awal Ramadan sudah terjadi sejak zaman nenek moyang mereka, warga tarekat naqsyabandiyah bersama warga lainnya hidup rukun dan damai.

a�?Tidak selalu berbeda, kadang-kadang juga bersamaan kita puasa, tahun kemarin kami mulai puasa samaan,a�? jelasnya.

Dijelaskannya, yang menentukan mulainya puasa jamaah Tarekat Naqsyabandiyah adalah dirinya. Tapi ia tidak pernah memaksa para jamaahnya untuk ikut seperti dirinya. Bahkan ia merasa tidak boleh menyuruh-nyuruh warga harus puasa besok seperti dirinya. a�?Saya puasa Jumat ini dan mereka ikut,a�? katanya.

Ia menyebutkan, jumlah jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Lombok Barat dan Mataram mencapai 5.000 orang lebih. Belum termasuk di daerah lain, semuanya akan mulai puasa Jumat ini.

Bayanul Arifin menambahkan, puasa adalah ibadah yang diwajibkan Allah SWT dan tidak boleh ditinggalkan. Secara bahasa puasa artinya menahan, sedangkan harfiahnya puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan bercumbu pada siang hari.

Menurutnya puasa ada tiga, pertama puasa awan yaitu puasa orang awam atau puasa syarikat, puasa tubuh dengan cara menahan tubuh dari hawa nafsu. Kedua puasa hawas yaitu puasa hati, menahan hawa nafsu, menahan sifat dengki, riyak, tidak boleh marah, semua sifat buruk itu harus dibunuh selama puasa. Dan ketiga pasa hawas sal hawas yaitu puasa yang lebih khusus dengan menjaga mata dari pengelihatan yang buruk, menjaga hidung dari penciuman tidak baik, menjaga mulut agar tidak mongomong sembarangan, berkata-kata tidak baik dan mecela.

a�?Kalau itu dilakukan batallah puasa itu,a�? katanya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags: