Ketik disini

Headline Metropolis

Parah, Jelang Puasa Oknum Pejabat Pemprov NTB Tertangkap Mesum

Bagikan

MATARAM-Menjelang Ramadan, Satpol PP Provinsi NTB menggencarkan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Bersama polisi, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Mereka menyasar rumah kos-kosan, hotel melati, homestay hingga kafe di kawasan wisata Senggigi.

Dalam operasi Rabu malam (24/5) lalu, petugas menangkap 13 pasangan pria dan wanita tanpa ikatan yang sah. Mereka juga mengamankan tujuh orang yang kedapatan mengonsumsi minuman keras. Total 33 orang yang terjaring.

Parahnya, dua orang dari 13 pasangan yang terjaring merupakan aparatur sipil negara (ASN).A� KeduanyaA� tertangkap basah sedang berbuat mesum dengan wanita di dua homestay berbeda di kawasan Lingsar dan Narmada, Lombok Barat.

Dua orang ASN itu adalah SU (inisial, Red), seorang oknum pejabat eselon III (kepala bidang)A� di salah satu dinas lingkup Pemprov NTB.A� Saat ditangkap bersama seorang wanita berinisial NA, ia diketahui datang menggunakan mobil dinas.

a�?Dia menggunakan fasilitas dinas. Ini kan tidak ditempatkan pada posisinya,a�? kata PPNS Satpol PP Provinsi NTB H Lalu Satriawan.

ASN lainnya berinisial MD, oknum guru salah satu sekolah dasar di Kecamatan Gerung, Lobar. Dia ditangkap sedang berduaan di dalam kamar homestay bersama SF yang berstatus istri orang lain.

Bersama 31 orang lainnya, kedua oknum ASN tersebut digiring ke markas Satpol PP NTB untuk dibuatkan berita acara. Selanjutnya berkas itu akan diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan diteruskan ke Gubernur NTB dan Bupati Lombok Barat selaku pimpinan daerah.

Satriawan menjelaskan, SU dianggap melanggar pasal 20 ayat 1 Perda NTB Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perdagangan Orang. Di dalamnya diaturA� tentang larangan perbuatan asusila. Selain itu, ia juga melanggar pasal 6 ayat 4 Peraturan Gubernur NTB Nomor 25 Tahun 2014 tentang Disiplin PNS Lingkup Pemprov NTB. Di dalamnya diatur larangan bagi PNS untuk berada di tempat-tempat hiburan yang dapat menjatuhkan kredibilitas PNS.

a�?Kami hanya mendata, setelah itu kami akan serahkan ke pimpinan dalam hal ini gubernur, dia yang berhak memberikan sanksi,a�? katanya.

Sementara oknum ASN Lobar akan dilaporkan ke bupati, karena bupatilah yang berhak memberikan teguran, sanksi, apakah pemecatan dan sebagainya. a�?Itu hak pemerintah daerah,a�? jelas Satriawan.

Kepala Bidang Tramtibum Satpol PP Provinsi NTB Rasyidin menjelaskan, selain dua oknum ASN, 31 orang yang terjaring operasi itu berasal dari berbagai kalangan. Ada yang sudah berkeluarga, ada juga yang belum menikah seperti mahasiswa dan pelajar SMA.

Saat ditangkap mereka berada di dalam kamar bersama pasangannya masing-masing. Dari 13 pasangan,A� hanya satu pasang yang bisa menunjukkan surat nikah. a�?Hanya satu pasangan suami istri, selain itu selingkuh,a�? katanya.

Dalam razia yang dilakukan di kawasan Lingsar, Narmada, dan Suranadi itu, petugas juga mendapatkan barang bukti berupa 48 botol tuak, 2 botol bir, dan 2 botol brem. Sebab selain menjaring pasangan mesum, petugas juga menertibkan penjualan miras yang semakin marak.

Rasyidin menjelaskan, operasi gabungan tersebut rutin dilakukan petugas. Menjelang Ramadan operasi lebih diintensifkan untuk memberikan ketenangan bagi warga yang akan menjalankan ibadah puasa. Ia mengaku selama ini banyak mendapat laporan dari masyarakat tentang pekat di lokasi-lokasi tersebut.

Bulan ini, operasi gabungan sudah dilakukan tiga kali. Operasi pekat pertama pada tanggal 5 Mei lalu, dimana petugas bersama BNN menyisir kos-kosan di kawasan Gomong, Ampenan, dan Cakranegara. Saat itu 18 pasangan digiring ke markas, dan 3 orang di antaranya dinyatakan positif memakai narkoba.

Operasi pekat keduaA� tanggal 12 Mei lalu, petugas gabungan menyisir tempat-tempat hiburan malam di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Dalam razia itu sebanyak 32 orang dijaring saat berada di dalam kafe. Banyak di antaranya ternyata positif saat dites BNN.

Dalam razia itu, petugas juga mengamankan 6 orang oknum ASN di dalam kafe, terdiri dari 1 orang ASN asal Dompu, 2 oknum ASN Dinas Peternakan Bima, dan 3 orang ASN asal Dinas PU Provinsi NTB. Sehingga total ASN yang terjaring razia selama bulan Mei saja menjadi delapan orang.

a�?Bagi yang ASN, kita tetap membuatkan BAP dulu sebelum diserahkan berkasnya ke BKD untuk diproses,a�? jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPD-Dukcapil NTB Rusman yang dikonfirmasi mengatakan, sekilas ia sudah mendapatkan informasi terkait hal itu. Tetapi pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Satpol PP sebelum mengambil tindakan. a�?Saat ini kami masih menunggu laporan, dan faktanya seperti apa,a�? katanya. (ili/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka