Ketik disini

Headline Metropolis

Pusat Siap Wujudkan Kembali Kejayaan Bawang Putih Sembalun

Bagikan

LOMBOK TIMUR-Tahun 1990-an, kawasan Sembalun di Lombok Timur adalah sentra bawang putih. Namun, karena serangan hama dan fluktuasi harga yang anjlok, menyebabkan bawang putih Sembalun meredup. Kini, setelah lebih dari dua dekade, pemerintah hendak mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun.

Langkah ini diinisiasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) dengan menggandeng Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian. Pada Rabu (24/5), di Sembalun, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, menanam secara simbolis bawang putih.

Menteri Eko Putro menegaskan bahwa Sembalun adalah produk unggulan Sembalun. Pihaknya kata dia sangat berkepentingan mendorong setiap desa fokus mengembangkan produk unggulan desa. Ia meyakini jika setiap desa fokus, maka akan memberi dampak positif, khususnya peningkatan pendapatan masyarakat.

a�?Dengan fokus pada produk unggulan, maka skala produksinya akan semakin besar. Saya yakin sarana pascapanen akan masuk, gudang juga tersedia, sehingga para petani saat panen tak pusing lagi tentang harga. Pendapatan juga bisa meningkat,a�? tandas Mendes PDTT.

Selain fokus pada satu produk, Menteri Eko juga meminta agar desa-desa di NTB untuk membuat embung. Hal tersebut akan membantu mendorong produktivitas pertanian dengan meningkatkan masa panen menjadi 3-4 kali panen dalam setahun. Infrastruktur embung dapat dibangun dengan mengalokasikan dana desa sebesar Rp 200-Rp 500 juta.

a�?Jika tidak fokus pada produk unggulan atau sektor pariwisatanya dan tidak membuat embung, maka tahun depan dana desanya tidak akan dinaikkan,a�? tandas dia di hadapan para petani.

Saat ini, manfaat dari fokus pada satu produk unggulan sendiri telah dirasakan petani di Desa Sembalun Lawang. Mereka fokus mengembangkan bawang putih sebagai produk unggulan desa. Dampaknya pun semakin dirasakan, khususnya peningkatan pendapatan masyarakat.

Indriati, Ketua Kelompok Tani Lembah Pusuk, Sembalun mengatakan, keberhasilan tanaman bawang putih saat ini telah menjadikan pendapatan petani meningkat rata-rata minimal 25 persen. a�?Itu setara Rp 30-45 juta. Dan ini baru dari bawang putih saja,a�? kata Indriati.

Di Sembalun saat ini, luas areal tanam bawang putih mencapai 200 hektare. Tiap satu hektare mampu menghasilkan 17 ton dengan masa panen tiap 3,5 bulan. a�?Alhamdulillah harga juga bagus dan stabil,a�? ungkap Indriati.

Dia mengatakan, kemauan warga untuk fokus mengembangkan bawang putih saat ini mulai bangkit setelah sempat meredup karena persoalan penyakit tanaman dan fluktuasi harga. Para petani pun sempat menanam cabai dan sayuran. Namun, semangat untuk mengembangkan bawang muncul kembali karena keyakinan akan ciri khas produk unggulan pertanian Desa Sembalun yang tak dimiliki daerah lainnya. Terlebih, tambahan pendapatan yang dirasakan.

Sembalun sendiri dikenal sebagai gudang bawang putih Sangga Sembalun. Aroma bawang putih Sembalun ini lebih kuat, pedasnya juga lebih terasa. Sehingga, kalau bawang putih lain itu butuh 10 siung, bawang Sembalun hanya perlu tiga siung. Dengan keunggulan tersebut, produk bawang putih Sembalun banyak diminati daerah lain di luar NTB.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, bawang putih Sangga Sembalun dikirim ke Bali hingga 37 ton, Bima 8 ton, Kupang 2 ton, dan Kalimantan 1,5 ton. Meski demikian, tahun ini Desa Sembalun didorong memfokuskan pengembangan dan pemenuhan stok daerah sendiri. Ke depan, cita-cita Sembalun dengan pengembangan produk unggulannya adalah menjadi sentra bawang putih dan memenuhi stok nasional.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini M Soemarno memastikan bahwa pihkanya bersama jajaran BUMN terlibat dalam aksi nyata untuk pengembalian Sembalun sebagai sentra bawang putih selain untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, juga untuk memperkuat ketahanan stok bawang putih nasional.

a�?Saat ini tingkat konsumsi bawang putih kita mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun,a�? katanya.

Hanya saja, dengan luas lahan pertanian bawang putih di Indonesia yang baru 2.563 hektare, menyebabkan produksi bawang putih baru 20.295 ton per tahun. Sehingga sangat jauh dari kebutuhan dalam negeri.

Pihakny apun kata Menteri Rini siap memberikan dukungan bagi para petani untuk semangat mengembangkan lagi bawang putih di Sembalun. BUMN akan berikan Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat untuk meningkatkan produksi. Dari sisi pemasaran, Bulog juga akan menyerap hasil produksi sehingga petani mendapatkan keuntungan yang cukup. a�?Jadi Sembalun dapat tampil menjadi sentra bawang putih di Indonesia,a�? ujarnya.

Jika Sembalun telah berhasil dengan komoditas bawang putihnya, maka kata Rini, Kecamatan Sembalun bisa menjadi daerah nol miskin.

Rini meyakini melalui komitmen dan kerja sama yang kuat antar kementerian dan lembaga, upaya memakmurkan para petani bisa terwujud.

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pembangunan sektor pertanian NTB sangat bagus. Bahkan sudah bisa membantu Indonesia tidak impor beras dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan, komoditas hortikultura NTB seperti bawang putih juga ditargetkan bisa menopang ketahanan stok nasional.

Sedangkan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan tahun 2017 di Provinsi NTB merupakan tahun akselerasi pelaksanaan programA� menuju swasembada pangan, baik komoditas tanaman pangan dan juga komoditas hortikultura.

NTB kata dia, punya potensi lahan yang luas. Tercatat ada 256.229 hektare lahan sawah dan 1.288.731 hektare lahan bukan sawah.

Dia mengatakan, Sembalun merupakan daerah yang spesifik. Selain menjadi daerah pengembangan pertanian dataran tinggi, juga salah satu tujuan wisata yang sangat diminati wisatawan domistik dan mancanegara. Sembalun bahkan belum lama ditetapkan sebagai Destinasi Bulan Madu Halal Terbaik Dunia.

Karena itu, Wagub menegaskan, Pemprov NTB sangat berkepentingan agar komoditas hortikultura di Sembalun bisa saling menopang dengan sektor pariwisata desa yang menjadi pintu pendakian utama ke Gunung Rinjani ini. (nur/r8)

Komentar

Komentar

Tags: