Ketik disini

Headline Metropolis

Simpati Rieke Diah Pitaloka “Oneng” untuk Nuril

Bagikan

MATARAMA�– Ada yang menarik dari sidang ke empat kasus Baiq Nuril Maknun, Rabu (24/5). Tampak salah satu artis nasional yang juga politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka menyambangi Pengadilan Negeri (PN) Mataram, untuk memberi dukungan moril pada mantan pegawai Tata Usaha di SMAN 7 Mataram itu.

Anggota Badan Legislasi DPR RI yang terkenal dengan perannya sebagai Oneng di Sitkom Bajaj Bajuri itu turut memberi simpati kepada Nuril. Dia bahkan datang untuk menjadi penjamin dalam permohonan penangguhan penahanan Nuril.

Joko Jumadi, Kuasa Hukum Nuril mengatakan, hadirnya Rieke ini sekaligus membuktikan kalau kasus Ibu Nuril mendapat perhatian tokoh-tokoh nasional. “Ya, kedatangan beliau ke Mataram, memang untuk langsung memberikan surat penangguhan ke majelis,a�? kata Joko kepada Lombok Post.

Sambungnya, Rieke datang ke Mataram ini memang khusus untuk bertemu dan memperjuangkan Nuril. “Rieke datang ke Mataram, tidak ada kegiatan partai atau apa pun, tapi khusus untuk bertemu Ibu Nuril,a�? terangnya.

“Beliau baru sampai di bandara tadi pagi. Dan akan balik ke Jakarta setelah sidang Ibu Nuril usai. Jadi tidak meginap,a�? ucapnya.

Rieke sampai di PN Mataram tepat pukul 11.00 Wita. Ia langsung menyita perhatian sejumlah media yang nyanggong di PN Mataram. Ia mengatakan, kedatangannya ke Mataram untuk memberi dukungan pada Ibu Nuril.

“Saya hadir ke sini, untuk memberikan dukungan untuk Baiq Nuril Maknun (BN), yang sedang menjalani persidangan atas tuduhan telah melanggar UU ITE, terutama Pasal 27 Ayat 1 juncto (jo) Pasal 19 ayat 1. Dengan ancaman hukuman pidana enam tahun, dan denda Rp 1 Miliar,” kata Rieke dengan ramah kepada awak media.

Baginya, kasus yang menimpa Ibu Nuril ini harus terus diperjuangkan. Jangan sampai kasus ini terjadi lagi pada orang lain. a�?Ini jelas ada yang harus dikoreksi, sangat tidak adil, Baiq Nuril adalah honorer di salah satu SMA di Mataram, langsung diberhentikan dari pekerjaanya, dan ditahan sejak 27 Maret 2017,a�? terangnya.

Ia percaya, bahwa majelis hakim yang menyidangkan kasus ini, akan betindak seadil-adilnya. Tidak hanya melihat laporan saja, tapi juga akan mengurai apa di balik persoalan kasus itu. Sehingga mendapatkan atensi dari banyak pihak.

“Saya memohon dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, kita berjuang untuk bebaskan Baiq Nuril,a�? tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, Rieke mendesak agar revisi UU penghapusan kekerasan seksual dan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat segera disahkan. a�?Hari ini juga, saya akan membuat surat permohonan penangguhan penahanan dan bersedia menjadi penjamin Baiq Nuril,a�? terangnya.

Setelah menandatangani permohonan penahanan untuk Nuril, Rieke mengatakan mendukung Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk terlibat dalam kasus ini. a�?Tidak bisa seseorang yang terindikasi kuat, melakukan pelecehan seksual kepada bawahannya yang berstatus honorer, malah naik jabatan,a�? sindirnya.

Rieke menjelaskan, Baiq Nuril terindikasi kuat mengalami pelecehan seksual oleh oknum atasannya, yang kemudian malah dilaporkan balik oleh atasannya tersebut, dengan pasal dalam UU ITE.

Bertepatan dengan ulang tahun BN, yang jatuh pada 25 Mei kemarin, Rieke berharap, agar majelis hakim menjadikan itu semua sebagai bahan pertimbangan.

Sementara Baiq Nuril yang ditemui usai sidang tampak berkaca-kaca. “Saya berterima kasih banyak pada semuanya,a�? jawabnya sambil meneteskan air mata.

Sidang Baiq Nuril yang berjalan selama empat jam itu sendiri, mendatangkan lima saksi. Salah satunya ahli dari Kementerian Kominfo yakni Teguh Arifiyadi. Sekadar diketahui Teguh Arifiyadi ini merupakan orang yang terlibat dalam perumusan isi dari Undang-undang ITE.

“Hakim belum mengabulkan penangguhan penahanan Baiq Nuril. Masih dipelajari,a�? kata pengacara Baiq Nuril, Yan Mangandar Putra.

Menurutnya, posisi Nuril dalam kasus tersebut sangat pasif. Karena mantan honorer di SMAN 7 Mataram itu hanya memberikan handphonenya pada H Imam, yang selanjutnya rekaman tersebut dipindahkan oleh yang bersangkutan melalui kabel data dan laptop miliknya.

“Logikanya, kan dia yang punya laptop, yang pasti dia yang paham dengan laptopnya, sehingga rekaman tersebut dapat berpindah,a�? sindirya.

Yan juga mengungkapkan ada fakta mencengangkan pada persidangan itu. Yakni saat Hj Indah Deparwati ditugaskan Kadis Pendidikan untuk memerika kasus di SMAN 7 Mataram itu. Saat itu, wanita berhijab itu sempat bertanya kepada beberapa murid,mengenai rekaman asusila tersebut.

Ya, itu fakta yang mencengangkan, karena rekaman asusila itu telah beredar di hampir semua murid,a�? jawabnya.

Menurut Yan, Ketika Hj Indah Deparwati, berusaha menanyai siswa di sekolah itu, mereka mengatakan mendapatkan rekaman itu dari salah satu murid di sana juga.

Sementara itu, bertepatan dengan kasus keempat sidang Baiq Nuril, Rabu (24/5) wali kota telah memutasi 152 pegawai yang digeser maupun naik jabatan. Sesuai surat keputusan Wali Kota Mataram Nomor: 821/545/dkdsdm/5/2017 tentang mutasi dan jabatan struktural Kota Mataram, H Muslim sebagai pelapor Baiq Nuril, untuk sementara dalam posisi aman, karena namanya tidak masuk dalam daftar mutasi. (cr-tea/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka