Ketik disini

Praya

Aswandi Penderita Kanker Tulang Butuh Bantuan Pemerintah

Bagikan

PRAYA-Lima tahun sudah Ronzoli Aswandi, warga Dusun Muntung Balas Desa Pengembur, Pujut Lombok Tengah (Loteng) berjuang melawan kanker tulang yang ia derita. Kondisi ekonomi keluarga, membuatnya tak bisa mendapatkan pengobatan optimal. Ia hanya bisa terbaring lemas, menunggu bantuan.

Ia merupakan anak yatim, bapaknya meninggal sejak tahun 2010 lalu. Tulang punggung keluarga pun, dipegang ibunya Siti Maryam alias Inaq Zainal Abidin. “Sudah habis harta benda almarhum bapaknya Aswandi. Semua saya jual, demi kesembuhan anak saya,” keluh Inaq Zainal pada Lombok Post, kemarin (2/6).

Sudah tidak terhidung, kata Inaq Zainal berapa Puskesmas, hingga rumah sakit yang didatangi. Aswandi pun pernah diopersi selama tiga kali, di tiga rumah sakit di Mataram. Namun, tidak kunjung sembuh. Yang ada, semakin parah, hingga seluruh ditubuhnya semakin menyusut, yang nampak hanya tulangnya saja.

Bau tidak sedap juga mulai keluar dari tubuh pria lulusan SMK 1 Praya Tengah, jurusan Pariwisata tersebut. Ia hanya bisa terbaring lemas dan kaku, tidak bisa berjalan, apalagi duduk. Jika mau makan dan minum, ibunya yang langsung bertindak. Begitu pula, kencing atau buang air besar.

“Sudah dua bulan berjalan, bau tidak sedap dari tubuh anak saya ini keluar. Kalau mau kencing atau buang air besar, saya siapkan botol dan tisu,” ujar Inaq Zainal.

Ia berharap, para dermawan lainnya membantu. “Yang membuat saya berjuang, agar anak saya ini tetap hidup adalah, dia semangat bersekolah,” kata Inaq Zainal sembari menundukkan kepala.

Lima tahun lalu, cerita Inaq Zainal anak kesayangannya itu duduk di bangku kelas I SMK. Kala itu, kondisi penyakitnya tidak separah sekarang, ia mampu menjalankan aktivitas sekolahnya seperti biasa. Puncaknya, saat kelas III atau ujian nasional, tubuhnya mulai menyusut, tulang-tulang mulai terlihat.

Keluarga pun saat itu, tambah Inaq Zainal berupaya semaksimal mungkin mencari obat kesana-kemari, hingga ke belian Sasak. Lagi-lagi tidak ada perkembangan. “Semoga ada yang membantu keluarga kami tercinta ini. Mohon dibantu,” cetus Amaq Kamarudin, kerabat terdekat Aswandi.

Sementara itu, kepala desa (Kades) Pengembur Supardi Yusuf berjanji akan melakukan pendampingan, hingga pemerintah benar-benar turun tangan. Ia berharap, warganya tersebut di bawa ke rumah sakit Sanglah Denpasar Bali. “Semoga ada hamba Allah, yang peduli dengan warga kami ini,” ujar Supardi.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka