Ketik disini

Headline Selong

Awas, Rampok Teror Petani di Jerowaru

Bagikan

SELONG-Aksi pencurian kini sedang marak terjadi di wilayah Lombok Timur (Lotim) bagian selatan. Sejumlah kasus pencurian mengincar para petani yang baru saja memanen jagung di wilayah ini. Tak tanggung-tanggung, kawanan pencuri nekat melakukan kekerasan hingga melenyapkan nyawa korban dalam melancarkan aksinya.

a�?Setelah panen ini ada sekitar lima pencurian yang terjadi di wilayah kami, kebanyakan yang dicuri hasil panen jagung,a�? tutur Muksin, salah seorang warga Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru.

Puncak aksi pencurian ini adalah kasus yang menimpa Lalu Huriadi atau Amaq Jon. Kasus tragis ini menyebabkan nyawa Amaq Jon melayang dan membuat keluarganya trauma. Namun, sebelum kasus ini, Muksin merincikan ada beberapa kasus lainnya yang memang telah terjadi sebelumnya. Mulai dari kasus Amaq Slamet yang kehilangan uang Rp 11 juta, kasus Amaq Madi Rp 160 juta, kasus Amaq Sahibun Rp 16 juta hingga kasus keluarga Amaq Jon yang kehilangan uang Rp 130 juta.

a�?Semua kasus ini belum ada penanganan apalagi ketemu pelakunya. Ini yang membuat mereka semakin menjadi-jadi,a�? beber Muksin.

Ditambah, kondisi letak geografis Desa Sekaroh cukup sulit dijangkau. Dari Polsek Jerowaru, untuk menuju desa ini dibutuhkan waktu sekitar 30 menit lebih. Jalan yang rusak parah membuat siapapun yang datang ke desa ini akan mengalami kesulitan.

a�?Ketika polisi datang kemari, pelaku sudah kabur. Makanya susah kita mengantisipasi kejadian (pencurian, Red) seperti ini,a�? aku Muksin.

Kebiasaan para petani yang menyimpan uang di rumah mereka juga menjadi salah satu pemicu mereka menjadi incaran pencuri. Karena sebagian besar petani di Sekaroh belum terbiasa menyimpan atau menabung uang mereka di Bank. Sehingga, dengan adanya korban jiwa seperti ini, ia berharap semua orang menurutnya membuka mata.

Muksin juga berharap, rawannya tindak kejahatan pencurian di Sekaroh ditindaklanjuti oleh pemerintah desa, dusun bersama aparat keamanan untuk menggelar kegiatan ronda malam.

Kasatreskrim Polres Lotim AKP Antonius Faebuadodo Gea mengakui, untuk kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) didominasi terjadi di wilayah Lotim bagian selatan. Sehingga, saat ini tim dari kepolisian baik di Polsek Jerowaru bekerjasama denga Polda NTB untuk menangani sejumlah kasus ini. a�?Ya kita dapat bantuan dari tim Polda,a�? akunya.

Sementara itu, Kapolsek Jerowaru Ipda Mastar juga membeberkan bahwa paska panen jagung di wilayah Selatan, tindak kejahatan memang rentan terjadi. Sehingga, pihaknya sebenarnya telah menghimbau masyarakat untuk terus menghidupkan siskamling atau ronda malam serta meminta masyarakat menyimpan uang mereka di Bank. a�?Sampai saya buatkan baliho agar petani yang sudah menerima pembayaran jagung itu menyimpan uang di Bank,a�? bebernya.

Sayangnya, imbauan ini seolah tak didengar masyarakat. Mereka lebih memilih menyimpan uang hasil penjualan jagung di dalam rumahnya. Sehingga secara tak langsung ini membuat mereka menjadi sasaran tindak pencurian. a�?Sampai leleh mulut kita minta mereka simpan di Bank, tapi nggak didengar,a�? akunya.

Inilah yang membuat akhirnya paska panen jagung, kondisi kamtibmas di wilayah selatan ini sangat rentan. A�Dari keterangan Mastar, kasus serupa pencurian hasil panen jagung di wilayah Sekaroh Jerowaru sekitar enam kasus yang telah terjadi. Penyebab lainnya juga karena para petani ini kerap enggan melakukan aksi ronda dengan alasan kelelahan bekerja di siang harinya.

a�?Padahal ini demi kebaikan mereka sendiri. Kalau mereka ramai, kawanan pencuri pasti tak berani. Sementara kalau dari kami di Polsek, anggota sangat terbatas,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys