Ketik disini

Headline Sportivo

Pelari Muda NTB, Wakili Indonesia di Asean Youth Games

Bagikan

MATARAM-Sprinter junior NTB kembali dipercaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mewakili Indonesia pada ajang Asean Youth Games 2017 Juli mendatang. Dia dipanggil berdasarkan surat nomor 5.24.3/D IV-1/V/2017.

Sprinter 200 meter itu dipanggil untuk mengikuti training center bersama 20 atlet atletik junior lainnya. Ketua Pengprov PASI NTB H Suhaimi mengatakan, pemanggilan salah satu atlet PPLP ke Pelatnas menjadi kebanggaan daerah. Artinya, para pelari NTB masih diperhitungkan di ditingkat nasional. ”Kita patut bangga kepada Zubaidi,” kata H Suhaimi kepada Lombok Post, kemarin (2/6).

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”205″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sebelumnya, kata dia, Kemenpora juga sudah memanggil sprinter lain dari NTB LM Johri untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Hanya saja, LM Johri difokuskan untuk mengikuti kejuaraan dunia di Nairobi, Kenya. ”Johri kan sudah dianggap lolos limit kejuaraan dunia. Makanya dia tidak ikut Asean Youth Game,” terangnya.

Bagi Zubaidi, kejuaraan itu untuk kali pertama dia berkompetisi di level internasional. ”Ini sangat bagus untuk membentuk mental atlet,” bebernya.

Sekarang tinggal mengatur program latihan agar kemampuannya lebih meningkat lagi. ”Saya sudah perintahkan pelatihnya yang ada di PPLP untuk memberikan program latihan khusus,” ujarnya.

Dia berharap, penampilan Zubaidi bisa semakin meningkat dari catatan limit sebelumnya. Karena, dia merupakan aset atletik masa depan. ”Kita bisa lihat kemampuannya seperti apa saat ini. Apa yang harus kita lakukan kedepannya untuk membinanya menjadi atlet berkualitas. Itu yang harus dipikirkan,” ucapnya.

Kemungkinan, jika memang dia mampu menembus limit PON 2020, Zubaidi bisa tampil di kejuaraan empat tahunan itu. Sehingga, NTB memiliki banyak peluang untuk meraih medali kedepannya. ’’Itu target kita saat ini,” ujarnya.

Lihat saja Johri, catatan limit terbaiknya itu 10,9 detik di nomor 100 meter. Jika itu terus digenjot. Kemampuannya hampir sama dengan sprinter senior NTB lainnya yang saat ini menghuni Pelatnas. ”Ini aset medali emas bagi NTB,” ujarnya. Sekarang, tambah dia, tinggal mencari solusi, bagaimana caranya membina mereka sehingga bisa menjadi atlet profesional. (arl/r10)

 

 

Komentar

Komentar

Tags: