Ketik disini

Catatan Redaksi Politika

Calon Lain Bermanuver, Kolonel Rudy Srigede Santai

Bagikan

MATARAM-Dinamika politik diyakini masih bisa terus berubah. Walau akhir-akhir ini sejumlah kandidat bakal calon maupun partai politik mulai saling klaim pasangan calon menuju Pilgub NTB 2018. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi tim pemenangan Kolonel Lalu Rudy Irham Srigede. “Dinamika politik masih bisa berubah, tidaklah (khawatir, Red),” ungkap Juru Bicara Keluarga Kolonel Lalu Rudy Irham Srigede, Lalu Wierrahman usai pembagian takjil, Sabtu (3/6).

 

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, pihaknya juga terus berbuat dan bergerak. Namun seperti apa gerakannya tentu menunggu waktu untuk dipublikasi. Meski demikian, tim pemenangan bahkan Kolonel Rudy sendiri, kata dia, meyakini partai politik dapat berlaku secara objektif. Terutama dalam menilai kandidat bakal calon gubernur/wakil gubernur NTB. “Rekam jejak calon-calonnya, visi misi membawa NTB ke depan, kefiguran dan kredibilitas,” terangnya.

Mengenai perkembangan partai politik yang akan mengusung Kolonel Rudy menuju Pilgub NTB masih terus dikomunikasikan. Pihaknya juga intens membangun komunikasi bersama DPP pada masing-masing partai politik yang tergabung dalam koalisi poros tengah. “Parpol juga masih dinamis ya, hingga kini belum deklarasi paslon, karena masih melihat-lihat respons masyarakat terhadap para kandidat ini,” tuturnya.

 

Termasuk kegiatan pembagian takjil, kata dia, selain sebagai bagian keagamaan, paling tidak dapat dilihat dan dipertimbangkan partai politik bagaimana perhatian kandidat bakal calon terhadap masyarakat sekitar.

 

Terpisah, Kolonel CZi Lalu Rudy Irham Srigede menambahkan, saat ini partai politik tengah mempersiapkan calonnya. Baik dari kader partai atau dari luar partai, sesuai dengan mekanisme partai masing-masing.

Sisi lain, para kandidat bakal calon baik kader partai atau bukan tentu menyiapkan diri. Sebab yang diusung adalah paket pasangan calon. Sehingga mereka mulai berusaha memasangkan diri dengan kandidat lain. Ini tentu sah-sah saja dilakukan. “Kita tahu bersama, Pilgub NTB ini tidak ada partai yang bisa mengusung calon sendiri, harus berkoalisi,” kata Irdam IX/Udayana ini.

 

Maka dari itu, tentu partai politik punya nilai tawar dalam mengajukan calon gubernur/wakil gubernur NTB. Sebagai salah satu kandidat, ia tentu menunggu hasil seleksi masing-masing partai koalisi. Karena pilkada adalah ajang kompetisi dengan saling mengajukan visi misi bila dipercaya memimpin NTB kelak.

“Saya paham dengan manuver-manuver yang dilakukan. Saya yakini dengan visi misi yang saya tawarkan Aman, Damai, Adil, dan Sejahtera dengan prioritas Aman untuk kondisi NTB saat ini,” paparnya.

 

Ia juga menegaskan tidak khawatir dengan manuver para kandidat. Sebab ia menghormati dan tunduk dengan mekanisme partai politik. Pada prinsipnya, dia mau dan inginkan berhasil secara terhormat. “Sabar saja, kita tunggu hasil keputusan masing-masing partai,” tutup mantan Komandan Korem 162 Wira Bhakti ini. (ewi/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka