Ketik disini

Catatan Redaksi

Pensiun dari Politik, Fahri Ingin Jadi Marbot

Bagikan

MATARAM-Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 masih cukup lama. Meski demikian, tak sedikit para kandidat mulai menyosialisasikan diri kepada masyarakat. Baik sebagai calon pemula anggota legislatif atau melanjutkan masa keanggotaan.

 

Tetapi tidak halnya dengan Wakil Ketua DPR RI H Fahri Hamzah. Ia menegaskan tidak akan maju lagi di Pileg 2019 maupun Pilgub NTB 2018. Bahkan, ia berkeinginan menjadi marbot atau muazzim di masjid. “Saya pensiun, mau jadi marbot masjid atau muazim,” katanya disela-sela silaturahmi dan berbuka puasa di Hotel Lombok Garden, Sabtu (3/6). “Sudah saya katakan soal Pilgub NTB saya tidak ikut dan saya tidak mencalonkan lagi menjadi anggota legislatif,” tegasnya.

 

Anggota DPR RI dapil NTB ini mempersilakan kandidat bakal calon kepala daerah untuk maju. Bahkan, berkompetisi secara sehat. Agar ke depan, NTB mendapatkan pemimpin yang lebih baik dan diharapkan masyarakat. “Sehingga ruh dari visi tentang NTB masa depan itu baru,” ucapnya.

 

Fahri menilai, NTB membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa daerah jauh lebih melesat dari sekarang. Bila perlu ke level yang lebih tinggi lagi. Tidak hanya nasional melainkan internasional. “Supaya NTB nih jangan main kecil gitu, karena NTB ini kita sudah bangun infrastrukturnya menjadi pusat pariwisata dunia,” tuturnya.

 

Selain itu, Fahri menilai NTB bisa menjadi jembatan antara agama dan negara. Menjadikan NTB sebagai pusat kecintaan terhadap tanah air. Ia menuturkan, NTB yang berada di tengah-tengah gugusan Indonesia merupakan sentranya. Dengan posisi ini, NTB bisa menjadi pusat moderasi dalam beragama dan bernegara. Lantaran ada yang ekstrim bernegara, ada pula ekstrem beragama.

“Kalau saya mengatakan gugusan NTB ini, kalau di lipat Indonesia itu dari timur, barat, utara, selatan kira-kira tengahnya NTB, maka bisa kita katakan NTB ini sentra dari Indonesia, maka itu artinya posisi NTB paling moderat,” ucap Fahri. (ewi/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags: