Ketik disini

Headline Tanjung

Terkait Pungutan di Bangsal, Disbudpar: Ini Retribusi, Bukan Pungli!

Bagikan

TANJUNG-Banyaknya loket retribusi yang berada di kawasan pelabuhan Bangsal dikeluhkan sejumlah pelaku wisata. Termasuk wisatawan yang ingin ke tiga gili melalui pelabuhan Bangsal. ”Terlalu banyak pungutan jadi terkesan ribet,” ujar Adi Rifaldi, salah seorang pelaku wisata.

Menurut Adi, seharusnya pihak terkait yang memiliki kepentingan terhadap retribusi tersebut bisa berkoordinasi dan menentukan satu titik point penarikan retribusi. ”Saran kami dibuatkan satu loket saja di bagian depan. Nanti seluruh retribusi dibayar di sana jadi satu, jadi wisatawan yang datang nyaman tidak banyak pungutan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Penataan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disbudpar Lombok Utara Wayan Bratayasa mengungkapkan, ke depan pihaknya memang sudah memiliki rencana membuat satu pintu loket retribusi. ”Kita sudah punya desainnya. Paling lambat kita ajukan di 2018,” tandasnya.

Brata menjelaskan, dalam desain yang sudah dirancang nantinya, jalur menuju ke pelabuhan Bangsal akan dipercantik dengan melengkapi sejumlah fasilitas. Fasilitas yang akan dibangun antara lain jalur pejalan kaki bagi wisatawan yang dilengkapi kanopi. Selain itu, juga akan disiapkan jalur untuk cidomo. ”Jadi wisatawan bebas memilih mau jalan kaki atau naik cidomo dari titik droping off,” katanya.

Lebih lanjut, Brata juga berharap, pihak lain yang juga menarik retribusi di Bangsal seperti Syahbandar, ke depan bisa bergabung bersama Disbudpar. Agar tidak terkesan banyak pungutan untuk masuk ke Bangsal saja. ”Kalau dihitung-hitung pungutannya itu maksimal cuma Rp 10 ribu. Karena lokasi loket terpisah jadi terkesan banyak pungutan,” tandasnya.

Brata menambahkan, pihaknya berharap travel agent, guide dan pengusaha kapal cepat agar ikut membantu menyosialisasikan hal ini kepada wisatawan. ”Jangan malah menjerumuskan wisatawan dengan mengatakan retribusi ini adalah pungli, tidak benar itu. Mari kita sama-sama jaga pariwisata Lombok Utara ini,” tuturnya.

Menurut Brata, sebelumnya seluruh pungutan ini memang menjadi satu di loket Koperasi Karya Bahari. Kemudian pemindahan loket retribusi ini dilakukan agar tidak merepotkan Koperasi Karya Bahari lagi. ”Kami tidak ingin ganggu koperasi dengan nitip seperti dulu,” pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka